Siapa Menabur Akan Menuai

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”(Galatia 6:9).
Langkah kita menuju kedewasaan iman menuntut kita memahami kebenaran ini dan membuat pilihan yang tepat yaitu menabur dalam Roh, dan bukan dalam daging.
Yang pertama yaitu ladang kedagingan. “Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya." (Galatia 6:8).
"Prinsip umum yang sama diajarkan di seluruh Alkitab. Ayub berkata, “Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.” (Ayub 4:8).
Pola hidup lama kita yang berdosa, dan cara berpikir serta bertindak yang lama seperti menganggap orang lain bodoh, berprasangka tidak baik, mengeluh, melepaskan kemarahan dengan kata2 kasar, mengijinkan pikiran kita menaruh dendam, tidak memiliki belas kasihan, tidak murah hati itu semua yg dimaksud menabur dalam daging.
Namun ada ladang kedua tempat kita di mana kita bisa menabur. Galatia 6:8b : “…tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Menabur dalam Roh itu sama dengan “berjalan dalam Roh” (Galatia 5:16-21) dan “menetapkan pikiranmu dalam Roh” (Roma 8:6).
Saat kita melakukan hal yang baik dan benar yang menyenangkan hati Tuhan, kita sudah menabur dalam Roh.
Jika kita membuat pilihan setiap hari untuk menabur dalam Roh, kita akan menuai buah Roh dan hidup kita akan ditandai dengan, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5:22-23).