"Obat yang Manjur" - Vania Faustina

Apakah yang muncul di benak kalian ketika membaca judul "Obat yang Manjur"?
Apakah semacam obat yang sangat bagus untuk menghilangkan suatu penyakit? Ya betul sekali!
Tapi kali ini kita akan membahas penyakit yang bukanlah suatu penyakit ilmiah,
tetapi penyakit yang ada dalam kehidupan kita sehari hari lho.
Kadang kala, tak jarang kita mengeluh akan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Tapi apakah semua yang kita inginkan sudah benar dan dikehendaki Tuhan?
Amsal 17:22 (TB) "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
Sering kali kita mengeluh dengan tugas-tugas yang kita emban.
Tetapi apakah kita berfikir ketika Tuhan Yesus memikul salib-Nya?
Ia memikul salibnya dengan lapang dada tanpa mengeluh dan menyerah begitu saja,
walaupun Yesus tau Ia tidak bersalah.
Pribadi seperti Yesus tersebut sangat baik apabila kita terapkan kedalam kehidupan kita.
Dalam menjalani kehidupan kita, mengemban tugas, menyelesaikan berbagai persoalan kita,
kuncinya bersyukur dan gembira.
Jika kita bersyukur dan gembira layaknya seperti yang Tuhan ajarkan dalam Alkitab,
kita akan damai menjalani semua proses dan lika liku kehidupan kita.
Kita akan terhindar dari kebiasaan mengeluh, malas, tidak bersyukur, iri, dengki, dan dendam.
Untuk kita terutama sebagai pelajar, kita harus bersyukur dan gembira karena
kita masih bisa menempuh pendidikan hingga saat ini.
Jika kita melihat keluar sana, banyak anak-anak yang merindukan sekolah tetapi mereka belum bisa
untuk menempuh pendidikan.
Pada masa-masa sekarang ini, banyak pelajar yang belum mensyukuri anugrah Tuhan yang sangat indah ini.
Banyak pelajar yang sering mengeluh dalam mengemban tugas-tugasnya,
terjerumus kedalam pergaulan yang sama sekali tidak Tuhan kehendaki.
Marilah kita berusaha menjadi pelajar yang baik, selalu bersyukur dan gembira dan mencintai sesama kita.
Ketika kita berada dalam masalah, peganglah , bahwa gembira adalah obat yang manjur sedangkan
semangat yang patah mengeringkan tulang.
Mari kita selalu bersyukur, dan bergembira dalam mengemban tugas-tugas kita.
Memuliakan Tuhan semampu kita, dan berusaha menjadi pribadi yang Tuhan inginkan.
Seperti perumpamaan "makan dengan garam pun tetap terasa makan dengan daging, lezat rasanya!"
Jesus Bless Us.