Kesaksian Maestro - Berdoa & Mintalah Pada Tuhan dengan Sungguh - Sungguh

8 Maret 2018, by HPK

Shallom saudara yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pada kesempatan ini saya akan bersaksi di mana saya bertemu dengan seorang bapak

yang saya jadikan sebuah motivasi dan panutan bagi kita semua.          

Pada saat libur kenaikan kelas saya  berlibur kerumah bibi di cirebon.

Di sana saya di ajak bibi utk ke gereja di mana bibi dan keluarga beribadah setiap hari minggu.

Setelah tiba di gereja kami duduk di barisan kursi paling belakang.

Kami memang datang terlambat karena jalanan macet.

Tak lama berselang, saya melihat seorang bapak paruh baya dengan kemeja agak kumal dan basah oleh keringat,

ia masuk ke Gereja dan duduk di belakang berdekatan dengan kami. Ketika lagu lagu pujian berkumandang,

saya terusik oleh suara isak tangis. Ketika saya mencari sumber suara itu, dari bapak itulah suara itu berasal.

Saya melihat bapak itu begitu menghayati lagu yang dilantunkannya.

Saya melihat orang di sekitar nya biasa biasa saja seperti nya mereka tidak asing dengan kejadian itu.

Pujian terus mengalir dan bapak itupun terus menangis kecil.

Entah beban apa yg ada pada bapak itu, dia terus berdoa dengan sungguh sungguh.

Saat itu saya tidak menghiraukan mengapa bapak itu datang sendiri tanpa seorang isteri ataupun anak.

Dalam perjalanan pulang, saya menanyakan hal itu kepada bibi. Seperti tidak kaget,  bibi menjawab

bapak itu adalah seorang karyawan disebuah toko meubeul di daerah itu, Ia hidup seorang diri,

ia tidak memiliki isteri ataupun anak, bukan karena perceraian atau pun perpisahan,

namun ia memang belum menikah di usianya yang sudah lumayan tua.

Dan mengenai pakaian yang dibasahi keringat, Bibi menjelaskan kalau bapak itu  

pergi ke gereja menggunakan sepeda dengan jarak yang jauh. Mendengar jawaban dari Bibi,

hati saya langsung tersentuh, dan saya merasa malu. Malu  dengan keadaan saya yang masih mampu dan memadai

untuk pergi beribadah kadang dan bahkan tak jarang saya merasa malas dan tidak serius.

Dan ketika berdoa dan memuji Tuhanpun saya masih sering tidak serius.

Kita bisa mengutip sebuah makna, bahwa dalam beribadah kita harus bersungguh sungguh,

dan dalam berdoapun kita harus memohon dan meminta dengan sungguh sungguh.

Karena dalam Firman Tuhan pun pada Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.

Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketoklah, maka pintu dibukakan bagimu.

Karena jikalau saudara sungguh sungguh meminta, mencari, memohon dan menginginkan sesuatu kepada Tuhan,

Tuhan pasti akan mengabulkan semua yang kita minta dengan segala caraNya, asalkan kita tidak berleha leha ataupun

bermalas malasan dan juga kita tetap setia dan tidak sedikitpun berpaling dari Nya.

Kita harus bersyukur dengan apa yang kita dapat, kita masih bisa dan mampu beribadah dengan tenang.

Melihat umat kristen masa kini tidak sedikit orang malas beribadah ke Gereja, Berdoa,

bahkan juga kita sering melupakannya dan meremehkan semua itu. Jika kita ingat kembali seorang bapak yang tadi

saya ceritakan Ia berangkat ke Gereja hanya menggunakan sepeda, walaupun tidak jarang ia terlambat

namun ia tetap bersungguh sungguh dan tetap percaya bahwa Tuhan Yesus akan tetap menyertai

setiap langkah dan perjalanannya.         

Semoga kesaksian saya ini bisa membuat kita semua sadar bahwa kita sebagai umat pilihanNya

harus bersungguh sungguh memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.