Jujur Vs Dusta karya Dominikus

Matahari di pagi itu dengan hangat masuk melalui celah jendela di sebelah kasurku, Kubuka mataku, ku sibakkan selimut yang menutupiku , dan segera ku basuh muka serta badanku. Seperti hari – hari biasanya setelah bersiap – siap dan menyalakan motor matic biruku untuk ku panasi dan segera aku berangkat ke tempat kerjaku. Dengan penuh semangat ku kendarai motor kesayanganku itu melintas melewati padatnya lalu lintas pagi hari sembari melihat berbagai macam kejadian dan keunikan yang selalu terjadi setiap pagi di jalan menuju ke kantorku, dari mulai orang yang marah – marah karena takut terlambat menuju tujuannya sampai orang yang menggosok gigi di dalam mobil yang di kendarainya, merupakan hal – hal yang selalu menghibur hatiku di pagi hari.
Aku bekerja di sebuah rumah sakit swasta sebagai seorang kepala perawat di bagian spesialis anak, sudah sekitar 3 tahun aku bekerja di sini namun entah mengapa ini mengasyikkan karena aku dapat mengembalikan senyum yang ada pada wajah kecil anak – anak yang di rawat di sini. Hari itu aku mulai mengecek laporan dari masing – masing perawat yang menangani pasiennnya, Puji Tuhan semuanya baik baik saja tidak ada yang mengalami permasalahan dari pasien - pasiennya hanya ada seorang perawat baru yang sedikit kesulitan dengan laporannya karena dia baru 5 hari bekerja di sini. Saat istirahat makan siang pun tiba, aku beserta teman – teman perawat lainnya pun tiba, aku beserta teman – teman perawat lainnya makan bersama di kantin rumah sakit, aku membeli soto ayam pisah serta sop buah karena di kantin rumah sakit itu terkenal soto serta sop buahnyanya, setelah selesai makan aku pun membayarnya, total semua yang ku makan tadi adalah 23 ribu rupiah aku memberi kepada ibu kantin sebesar 25 ribu , namun si ibu mengembalikan uangku senbanyak 5 ribu rupiah entah karena sedang ramai pengunjung atau si ibu kantin sedang bingung tapi kalau ramai sih tidak mungkin karena siang itu tidak begitu banyak yang makan di kantin, segera dalam pikiranku terbersit apa aku harus mengembalikan 2 ribu yang seharusnya bukan milikku itu? Ah tanpa pikir panjang langsung saja ku kembalikan 2 ribu itu, si ibu kantin kemudian berterima kasih kepadaku dan berkata “wah ibu barusan sedikit bingung jadi salah kasih kembalian, terimakasih ya”. Lepas dari kembalian di kantin aku kembali ke tempat kerjaku, aku sedikit kepikiran dengan yang terjadi tadi pertimbangan pertimbangan mulai muncul di kepalaku : apakah yang ku lakukan tadi itu seharusnya? Kenapa sih kok engga di ambil aja lagian Cuma 2 ribu, kasihan si ibu sudah susah payah bekerja, ah padahal ambil saja, mungkin seperti itu kurang lebih yang terpikir olehku.
Setelah sesampainya kembali di tempat kerjaku, tak sengaja aku melihat ada seorang pasien yang memerlukan pertolongan, dia perlu di ambil darahnya untuk memeriksa penyakit yang di deritanya. Pasien ini anak laki – laki dan dia bertanya kepadaku setelah aku mengoleskan alkohol ke tangannya katanya : “ kak nanti sakit engga kalau pas di suntik ? kata mama kayak di gigit semut? Bener kak?” , aku bingung bagaimana menjawabnya , di satu sisi saat aku seusianya aku sedikit takut kalau di suntik dan memang kalau di ambil darah untuk di cek sedikit sakit karena jarumnya juga cukup besar, apa yang harus ku jawab ya? Jujur saja kalau ini sebenarnya sakit atau aku bilang saja kalau memang tidak sakit? Hmmm… ya sudah aku memutuskan untuk bilang kalau memang tidak sakit kalau diambil darahnya dan seketika setelah ku tusukkan jarum ke tangannya dia sedikit berteriak dan memengang tangan ibunya kuat – kuat, aku jadi merasa sedikit bersalah karena tidak jujur kepadanya namun kemudian aku menghiburnya dengan berkata : “ baguss , ini baru jagoan sama jarum ga takutt , udh selesai kok , ayo toss..” anak itu pun melihatku dengan sedikit marah namun kemudian tersenyum setelah aku mengajaknya untuk tos. Pekerjaanku hari itu pun selesai, aku pun kembali dengan motor matic kesayanganku menuju kost - kost an ku, eeeitss , mungkin pekerjaanku sudah selesai tapi hari ini belum, kenapa? Karena tiba tiba di tengah jalan aku melihat ada seorang bapak – bapak yang berjalan jalan di pinggir taman namun tanpa sepengetahuan si bapak itu tiba – tiba dompet dari bapak itu terjatuh, seketika aku melihat sekeliling bapak itu kalau – kalau ada yang hendak mengambilnya, namun ternyata tidak ada banyak orang waktu itu seketika pertimbangan – pertimbangan seperti yang tadi terjadi di tempat kerjaku pun datang : hey cepat ambil dompet itu dan kerjaku pun datang : hey cepat ambil dompet itu dan kembalikan ke pemiliknya, hey cepet ambil aja dompetnya siapa tau uangnya banyak kan lumayan tanggal tua seperti ini, jangan di bawa dosa kembalikan saja ke pemiliknya, itu membuatku pusing langsung ku parkirkan motorku dan ku ambil dompet itu. Dari dalam dompet tak sengaja ku lihat ada beberapa uang pecahan seratus ribuan, ini semakin membuatku bimbang arghh!!!, hey tapi aku ingat satu hal kalau aku terlalu lama memegang dompet ini aku mungkin bisa saja di curigai sebagai copet !! dan benar saja aku melihat sekelilingku banyak orang yang melihatku dengan mata curiga, akhirnya aku pun memutuskan untuk mengembalikan dompet itu kepada si bapak – bapak tadi. Bapak itu pun sangat berterima kasih padaku katanya : “ wah syukur mas yang nemuin dompet ini, kalau orang lain munkin saja sudah mengambilnya, yang saya khawatirkan bukan uangnya tapi KTP saya serta surat kendaraan saya, terimakasih banyak ya mas.” Kemudian bapak itu memberiku sekitar 2 lembar uang pecahan 100 ribu rupiah, aku menolaknya karena tidak enak aku hanya tidak sengaja melihat dompet itu jatuh , tapi si bapak memaksaku dan berkata : “ sudah tidak apa apa mas ini bukan imbalan tapi berkat dari Tuhan.” Wow aku tidak menyangka si bapak akan berkata demikian , aku pun menerima uang itu dan berterima kasih kepada bapak itu lallu melanjutkan perjalananku.
Sungguh hari ini merupakan hari dimana aku mendapatkan pelajaran yang sangat penting tentang mendapatkan pelajaran yang sangat penting tentang tindakan jujur atau dusta, aku menyimpulkan beberapa hal dari kejadian yang ku alami hari ini yaitu bahwa setiap tindakan atau pilihan yang berkaitan dengan kejujuran dan dusta akan memiliki alur yang berbeda serta inti dari tindakan itu juga sangatlah berpengaruh terhadap yang akan terjadi berikutnya. Mungkin dusta atau bohong itu adalah hal yang salah , ya memang benar salah tapi jika kita mendasari dusta atau bohong itu untuk tindakan kebaikan seperti pilihan jawaban yang ku pilih untuk menjawab pertanyaan anak kecil tadi aku rasa itu tidak apa – apa karena membuat orang menjadi kuat dan percaya diri dalam menghadapi tantangannya , tetapi jika dusta didasarkan untuk hal yang buruk, itu akan menyebabkan permasalahan yang besar dan pelik pula seperti pilihan yang tidak kupilih saatmengambil kembalian dan melihat dompet yang jatuh tadi serta itu akan menjadi sebuah dosa. Begitu pula kejujuran , jujur adalah hal yang baik kapan pun juga tapi kadang orang sulit untuk berkata jujur karena berbagai alasan tetapi bukannya lebih enak kalau kita jujur meskipun kadang menyakitkan tapi jujur itu membuat semua menjadi jelas dan membuat seseorang menjadi lega.