Cita-citaku ingin jadi Perawat, karya Dominikus

Ketika aku masih kecil aku memiliki impian menjadi seorang Pastur, mengapa demikian? Mungkin karena sejak kecil aku dibesarkan di dalam ruang lingkup gereja sehingga setiap harinya diriku sangat dekat dengan banyak Pastur dan saking dekatnya ada seorang pastur yang dulu amat dekat denganku ketika aku masih kecil Dia selalu mengajakku berjalan – jalan keliling kota meskipun aku baru saja bangun dari tidurku. Namun entah mengapa cita – cita itu pergi entah mengapa seiring berjalannya waktu diriku kini memiliki cita – cita yang baru meskipun tidak jauh – jauh dari ruang lingkup gereja yaitu menjadi seorang perawat. Entah mengapa tiba – tiba saja aku berkepikiran untuk menjadi seorang perawat, padahal dari dulu diriku tidak kepikiran sama sekali untuk menjadi seorang perawat. Jadi begini ceritanya : waktu itu saat aku masih duduk di bangku SMA kelas 3 tepatnya pada pertengahan atau mungkin akhir semester ada beberapa kakak – kakak perwakilan dari salah satu perguruan tinggi kesehatan yang datang ke sekolah mereka datang mempromosikan perguruan tinggi tersebut dan aku pun mencoba untuk mendaftarkan diriku di sana karena pada saat itu juga dibuka pendaftaran peserta didik baru, namun sebelum hari itu kurang lebih 3 hari sebelumnya aku sudah tau jika mereka akan datang ke sekolahku, di situlah cita – citaku pun timbul aku berfikir mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan bagiku untuk dapat membantu sesama yang sedang sakit dan merawatnya hingga sembuh dan mengembalikan kembali senyum mereka hingga pada hari pendaftaran aku tidak ragu mengikuti testnya.
Memang setelah hari itu diriku sempat merasakan kebimbangan yang sangat membuatku bingung, apakah ini pilihan yang tepat? Apakah kedepannya aku bisa? Sampai orang – orang di sekitarku pun sedikit heran mengapa diriku akan menjadi seorang perawat. Namun di tengah kebimbangan itu aku selalu berdoa kepada Tuhan agar panggilan ini dapat ku jalani dengan sepenuh hati dan teguh dalam menjalaninya, sehingga seiring berjalannya waktu kebimbangan itu pun mulai memudar dan tergantkan dengan semangat untuk menjalaninya dengan teguh. Setelah hari itu aku pun menjadi bersemangat dalam belajarku nanti di Perguruan tinggi itu dan meninggalkan kebiasaan malas yang dulu sering ku lakukan selama bersekolah , selain itu aku pun bertanya kepada Pastur di gerejaku apakah ada yang dapat ku lakukan jika aku menjadi seorang perawat di Keuskupanku ? kemudian beliau menjawab bahwa aku dapat di tugaskan nantinya untuk berkarya/bekerja di suatu rumah sakit yang berada di Rangkas, karena di sana sedang membutuhkan tenaga perawat. Aku bersedia nantinya untuk ditugaskan di sana nantinya setelah studiku selesai.