Apa Akibat Buruk Dari Iri Hati?

1 Desember 2019, by HPK

Iri hati atau dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan dan menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

Kali ini saya akan menceritakan beberapa kisah mengenai iri hati, yang saya ambil dari kisah teman-teman saya.

Cerita 1

Namanya Larisa (nama samaran). Ia anak rantauan dari Batam. Dan dia adalah teman dekatku ketika SMP. Anaknya baik tapi agak sensitive. Dia bertubuh gendut, berkulit hitam dan anaknya agak malas.

Ketika aku jalan-jalan bersamanya, aku selalu mendapati ia menatap orang-orang yang bertubuh langsing dengan pandangan iri. Dia bahkan selalu bilang padaku bahwa dirinya cantik ketika masih kurus dulu. Saat ia masih berada di Batam.

Namun ketika diriku iseng membuka akun facebooknya, aku menemukan foto Larisa ketika masih di Batam. Seketika aku tahu bahwa Larisa berbohong padaku. Mengenai dirinya yang kurus ketika masih di Batam. Jelas sekali di foto tersebut dirinya sama saja dengan Larisa yang sekarang. Maaf, gendut.

Aku marah karena ia berbohong padaku. Namun aku memilih memaafkannya dan berpura-pura tidak pernah melihat foto tersebut. Aku menghargainya karena ia teman dekatku. Dan yang baru aku sadari satu hal bahwa, Larisa iri dengan orang-orang yang memiliki lekuk tubuh yang bagus. Sehingga ia membuat sebuah kebohongan kecil.

Sampai sekarang, aku tidak pernah memberitahunya bahwa aku tahu selama ini ia berbohong. Aku hanya cukup diam dan sedikit menasehati jika sewaktu-waktu ia membahas hal ini.

Iri hati dapat membuat seseorang berbohong.

Cerita 2

Aku memiliki teman sebangku yang bernama Nika. Ia anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya laki-laki, dan sudah lulus tahun ini. Ayahnya pekerja kantoran biasa dan ibunya membuka usaha kecil-kecilan.

Bisa dibilang ia anak yang ramah, ceria dan sedikit pendiam disekolah. Namun dibalik sifatnya tersebut, ia menyimpan rasa iri pada orang-orang yang memiliki keluarga harmonis. Karena di rumahnya, anggota keluarganya sibuk dengan dunia nya masing-masing.

Hubungannya dengan sang kakak juga tidak akur. Setiap hari selalu saja mereka bertengkar. Dan ibunya hanya diam saja melihat kedua anaknya bertengkar seperti itu. Tapi jika ibunya turun tangan pun, pasti akan membela kakaknya. Dan Nika hanya bisa diam.

Jarang sekali keluarganya menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama. Maka dari itu, Nika selalu iri dengan keluarga yang harmonis.

Pernah juga ketika tes renang di Karset, aku melihat Nika menatap satu keluarga yang berisikan ayah, ibu dan dua anak perempuan yang sedang bersenang-senang di area kolam renang anak-anak. Sambil menatap keluarga itu, Nika berujar, “enak, ya, keluarganya harmonis gitu.”

Aku hanya bisa tersenyum sekilas dan menatapnya sebentar, kemudian aku ikut memandangi keluarga tersebut. Keluarga itu terlihat bahagia. Tingkah sang ayah membuat kedua anak perempuannya itu tertawa. Dan aku menyadari satu hal, ia merasa iri karena dirinya tak seberuntung kedua anak perempuan itu.

Iri hati dapat membuat seseorang tidak bisa mensyukuri kehidupannya dan sulit untuk bisa benar-benar merasa bahagia.

Cerita 3

Lena (nama samaran), adalah anak yang cerewet. Ia sangat senang dipuji. Hal itu tentu membuat dirinya menjadi angkuh dan sombong. Ia juga suka mengumbar keburukan orang lain.

Pernah waktu itu Lena mengumbar keburukanku. Padahal apa yang ia umbar tidak benar. Katanya aku pelit ilmu dan mau menang sendiri.

Ketika aku mengetahui ini dari sahabatku, aku merasa marah pada Lena. Aku tidak suka ada orang yang mengumbar berita palsu.

Setelah aku menelusuri atas dasar apa Lena menyebarkan berita tidak benar tentangku. Aku mengetahui bahwa Lena tidak suka padaku karena aku juara satu dikelas. Dan ketika ulangan, saat ia meminta jawaban dariku, aku tak memberikannya.

Iri hati dapat membuat seseorang mengumbar keburukan orang lain karena tidak suka dengan keberhasilan orang tersebut. Iri hati juga dapat membuat seseorang melupakan kekurangan yang ia miliki, karena sibuk mencari kesalahan/keburukan orang lain.