Tuhan Selalu Besertaku

15 Agustus 2021, by HPK

Shalom semua, saya Stefanie Mulia salah satu dari siswi HPK Foundation. Disini saya ingin berbagi sedikit cerita bagaimana saya terpapar Covid-19.

Hal ini dimulai dari tanggal 22 Juni 2021. Saat itu adalah hari yang paling bahagia dan yang paling saya tunggu, yaitu hari kelulusan SMP. Saya senang karna bisa menyelesaikan SMP saya dan bisa lanjut ke jenjang berikutnya yaitu SMA. Hari kelulusan itu kami rayakan di Kebun Raya Cibodas. Selesai saya wisuda, saya mendapat pemberitahuan bahwa saya diterima di SMA Negeri 2 Cianjur dan harus segera mendaftar ulang ke sekolah. Jadi saya segera mendaftar ulang SMA tetapi tidak sempat pulang atau beres-beres dahulu. Walau begitu, saya senang bisa masuk sekolah yang saya inginkan.

Keesokan harinya, saya pergi ke SMA Negeri 2 lagi karna ada beberapa dokumen yang kurang, tetapi saat itu sedang hujan, dan saya terburu-buru karna sudah telat. Pulang dari sana tiba-tiba saya batuk dan malam harinya saya demam juga pusing. Saya kira hanya kecapean saja, tapi besoknya kepala saya makin pusing. Hari ketiga demam saya sudah turun dan pusing pun sudah hilang, tetapi badan saya tetap lemas. Hari keempat saat mamah saya sedang memasak, saya tidak dapat mencium bau masakan tersebut, bau yang lain pun tidak dapat saya cium, hanya minyak kayu putih tetapi itu pun pudar baunya. Saat makan pun saya tidak bisa merasakan sama sekali. Akhirnya saya dan keluarga saya panik. Puji Tuhan ada yang memberi alat tes Covid, akhirnya saya dan keluarga saya tes, hasilnya pun saya terkena Covid-19. Tetapi saya sangat bersyukur karena hanya saya saja yang kena, tetapi keluarga saya tidak satupun yang positif. Awalnya saya khawatir kalau adik saya yang kecil terkena juga karena saat saya sakit saya tidur bareng, dan selalu dekat dengannya, tetapi puji Tuhan tidak ada yang terkena.

Walaupun saya terkena Covid-19 mamah, papah, cici, juga adik saya sangat mendukung saya. Mamah memasak makanan-makanan yang sehat, juga makanan yang sangat saya sukai. Papah memberi semangat, juga saya senang karna papah memberikan perhatiannya. Cici saya juga sering menelepon saya, juga memberi dukungan. Terutama adik saya yang selalu khawatir. Tak hanya itu, orang-orang disekitar saya pun memberi dukungan. Mereka memberi obat, vitamin, buah, makanan, juga ucapan-ucapan yang membuat saya semakin semangat.

Saya bersyukur sekali sama Tuhan karna 2 minggu saya dirumah saja, Tuhan tetap melindungi, memberi kekuatan, kepada saya dan keluarga. Saat mamah saya khawatir akan keadaan saya, tapi banyak dukungan dari gereja, mereka mendoakan dan memberi kekuatan bagi keluarga kami.

Walau sempat khawatir bahkan takut akan Covid-19 ini, saya sudah banyak pikiran ke depannya bagaimana, takut kalau gejalanya tidak hilang, takut keluarga juga akan kena, takut tidak sembuh, takut kalau makin parah. Tapi Tuhan Yesus selalu mengingatkan akan firman-Nya, kuasa-Nya, mukjizat-Nya yang ajaib. Saya bisa kuat dan menghadapi itu semua karna Tuhan Yesus. Dia yang selalu menerima saya apa adanya, sebagaimana saya adanya. Setiap kesalahan saya, walau itu disengaja, setiap masa lalu yang saya tinggali, dan tidak bisa dilupakan, Tuhan melupakan itu semua dan membentuk saya sebagai seorang anak yang berharga. Dia ingin saya berjalan, bergerak menjauhi masa itu dan datang kepada-Nya tapi saya tidak peka akan hal itu. Bahkan walau peka, walau tau, saya tetap melakukan dosa lagi. Tapi berkali-kali Tuhan tidak pernah lelah menarik tangan saya kepada-Nya. Tidak pernah lelah Dia menerima saya kembali. Tidak pernah meninggalkan saya di keadaan apapun.

Dua minggu kemudian, penciuman dan rasa saya sudah kembali. Saya dan keluarga saya sangat bersyukur dan bahagia sekali. Saya tidak perlu memakai masker lagi dirumah, bisa keluar kamar dan berakhir seperti biasa. Nafsu makan saya kembali, saya bisa mencium aroma makanan saya, dan memakannya dengan lahap. Tapi, 2 hari kemudian badan saya panas dingin, kaki dan tangan saya sangat dingin tapi berkeringat. Kepala saya pun lebih sering pusing sebelah. Saya kaget dan khawatir kalau Covid-19 itu belum sembuh dan malah muncul gejala baru. Jalan Tuhan memang tidak bisa diketahui, saat saya takut belum sepenuhnya pulih, ada orang yang dikasihi Tuhan mengkontak saya.

Puji Tuhan, saya mendapat bantuan yang sangat tidak terduga darinya. Ia mengirim vitamin yang sangat banyak, madu, dan minuman jahe. Saya sangat bersyukur karena dengan itu semua sampai hari ini saya tidak ada gejala apapun. Saya bisa melakukan aktivitas saya dengan sehat, bisa keluar rumah dengan bebas, memulai sekolah dengan keadaan sehat. Saya juga diberi pengetahuan lagi bagaimana menjaga kesehatan dengan pola makan saya yang berantakan. Dan sekarang saya bisa menjaga pola makanan saya yang sehat.

Dari pengalaman saya selama terkena Covid-19 ini saya belajar banyak hal. Tuhan mengijinkan saya karna ingin mengingatkan lagi bagaimana cara hidup yang sehat. Saya juga bisa membantu orang-orang di sekitar saya yang terkena Covid-19 dari pengalaman saya. Yesuspun mengajariku untuk lebih sabar dan dewasa menghadapi persoalan, walau yang berat sekalipun. Mengajariku untuk selalu bersyukur di keadaan apapun. Mengajariku untuk berempati kepada mereka yang terkena Covid-19 dan petugas yang berada di garis depan, agar selalu menjaga protokol kesehatan. Banyak sekali hal-hal yang Tuhan ajarkan kepada keluarga terutama saya.

Saya menjadi sadar bahwa Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi pada saya dan keluarga saya untuk menjadikan saya seseorang yang lebih baik lagi bahkan yang terbaik. Walau saya tidak tau kenapa Tuhan menempatkan saya di situasi seperti itu, dan malah bersungut-sungut, tidak mempercayai-Nya, tapi sekarang saya tau bahwa Tuhan lebih sayang, sangat sayang pada saya dan menjadikan saya dewasa di umur 15 yang berjalan ke 16 ini. Tuhan selalu membantu mengeluarkanku dari masa lalu yang selalu terlintas dipikiran dan susah untuk dilupakan, menghadapi prosesnya sampai saat ini, dan Tuhan tolong, bahkan sampai selama-lamanya.

Biarlah sedikit kesaksian saya bisa memberkati semuanya. Saya tidak tau harus berkata apa lagi, tapi saya ingin mengingatkan bahwa Tuhan sangat sayang bahkan terlebih sayang kepada kita semua hingga kita bisa ada di keadaan saat ini. Jangan lupa untuk terus bersyukur, menjaga kesehatan, menjaga pola makan, menjaga protokol kesehatan, dan yang terpenting menjaga hubungan anda dengan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.