TUHAN BESERTA KITA

Apa yang dirasakan Yosua saat dipilih Tuhan menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian?
Bilangan 13:32-33 (TB) Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."
Ini adalah laporan para pengintai Tanah Perjanjian 40 tahun sebelumnya. Bukan raksasa yang mereka hadapi, melainkan ketakutan. Ketakutan berasal dari kejadian yang kita lihat atau informasi yang kita terima dan alami kemudian kita tafsirkan dengan dibuahi oleh pikiran kita. Kejadian dan informasi ini bisa benar adanya, tetapi penafsiran yang kita lakukan itulah yang akan membuatnya jadi berbeda.
Di dalam buku Yosua 1:7-9 dua kali Tuhan berkata kepadanya “Kuatkan dan teguhkan hatimu”. Kemudian Tuhan juga berkata “Jangan kecut dan tawar hati” yang di dalam versi NIV diartikan sebagai “Do not be afraid, do not be discouraged….”
Jika Tuhan meminta untuk tidak takut ataupun tawar hati, berarti ketakutan itu hanyalah sebuah pilihan saja. Takut akan hidup, masa depan, keuangan, kesehatan, rencana yang sudah dibuat dan lain sebagainya sangat mungkin terjadi…..kita hanyalah manusia bisa. Tetapi menanggapi ketakutan itu adalah jelas sebuah pilihan hidup yang masing-masing dari kita miliki.
Ada 2 hal yang Tuhan sampaikan kepada Yosua :
1. Menjalankan hukum yang telah disampaikan oleh Musa dengan hati-hati dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri agar beruntung kemanapun pergi.
2. Merenungkan Taurat siang dan malam dan melakukannya dengan hati-hati agar perjalanan berhasil dan beruntung.
Kedua perintah ini detail dan mengandung janji Tuhan. Kita juga bisa mengambil waktu dan merenungkan akan hal ini. Apakah yang sudah kita jalankan selama ini? Apakah setiap keputusan dan langkah hidup kita didasari oleh perenungan kita akan Firman Tuhan?
Terakhir, janji Tuhan kepada Yosua, “…..sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau, kemana pun engkau pergi”
Hadiah terbesar dalam hidup kita bukanlah apa yang Tuhan akan berikan untuk kita. Yang biasa kita artikan sebagai berkat. Bisa dalam keuangan, kesehatan dan lain sebagainya. Tetapi hadiah terbesar dalam hidup kita adalah bisa merasakan penyertaan Tuhan dalam setiap kondisi yang sedang kita alami. Kita bisa saja menghadapi raksasa seperti bangsa Israel. Namun kita tetap memilih untuk tidak takut, memilih melakukan hal yang benar, memilih untuk bersikap bijaksana dan melangkah dengan penuh percaya diri karena yakin Tuhan ada menyertai hidup kita.