*TOBAT VS KUMAT*
*Siapa saja yang perlu bertobat*?
Roma 3 : 23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”
Semua orang berdosa, maka semua orang perlu bertobat.
*Mengapa Pertobatan itu penting* ?
1. *Pertobatan* memberikan kita hikmat (Roma 12:1-2)
2. *Pertobatan* menuntun kita pada keselamatan (Kis 17:30-31)
3. *Pertobatan* adalah bukti bahwa kita percaya Firman Tuhan (Markus 1:14-15)
Lukas 13:1-5, Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."
*Yesus tegaskan* : Tidak ada dosa besar vs dosa kecil.*Semua orang HARUS BERTOBAT*
Pertobatan itu artinya apa ?
*Pertobatan artinya berbalik 180 derajat dari perbuatan dosa (kematian) berbalik kepada Allah (kehidupan kekal) dan melakukan perkerjaan sesuai pertobatan*.
Kisah 26 : 20, “Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.”
*Bertobat itu Gampang atau Susah* ?
2 Korintus 7 : 10-11, “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.”
*Proses Pertobatan*
1. *Berhenti melakukan dosa*, buang semua yang bisa membuat kita jatuh dalam dosa.
Markus 9 : 43-48, “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,”
2. *Berbalik kepada Tuhan*, fokus untuk lihat Tuhan dan keselamatan-Nya.
Ibrani 12 : 2-4, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.”
3. *Melakukan perbuatan yang Tuhan perintahkan*, hidup sebagai murid Yesus dan layani satu sama lain.
Matius 28 : 18 – 20, “Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Marilah kita bertobat bersama dan saling menguatkan.