Tanggung Jawab Ibarat Sebuah Batu

10 November 2019, by HPK

Jika kita mengibaratkan tanggung jawab sebagai suatu benda, kira-kira benda apa yang cocok menyimbolkan tanggung jawab? Bagaimana jika kita ibaratkan tanggung jawab sebagai sebuah batu? Mengapa batu? Karakteristik apa yang sekiranya terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata “batu”? Mungkin ada yang akan menyebutkan karakteristik berat, yang mana tidak salah juga—kadang-kadang tanggung jawab itu terasa berat. Tetapi kita tahu bahwa berat bukan satu-satunya karakteristik sebuah batu, begitu pula dengan tanggung jawab.

Ada kalanya kita menganggap tanggung jawab tersebut bagaikan sebuah kepercayaan yang diberikan pada kita. Meski terasa berat, tanggung jawab membuat kita termotivasi untuk mengemban tugas yang diberikan pada kita. Setiap saat kita berhasil menyelesaikan tanggung jawab kita, bukankah kita pun menjadi semakin mampu? Apapun yang dipercayakan pada kita, baik itu bicara mengenai tugas yang membutuhkan keterampilan, waktu, maupun tenaga—setiap saat kita berhasil bertanggung jawab, karakter dan kapabilitas diri kita pun semakin teruji dan rasa tanggung jawab yang kita miliki semakin kokoh.

Ya, layaknya batu fondasi, setiap tanggung jawab yang berhasil kita emban pun sedikit demi sedikit membangun karakter dan kepribadian diri kita yang mampu dan dapat diandalkan. Semakin banyak batu fondasi yang kita tata dalam kehidupan kita, semakin kokoh pulalah kita menjadi.

Tak hanya itu loh, batu sebagai simbol dari tanggung jawab pun dapat memberikan pesan lain yang berharga. Jika kita ingat-ingat ada juga istilah batu pijakan, bukan?Selaras dengan itu, tanggung jawab pun seringkali menjadi batu pijakan untuk kita. Bayangkan saja, jika suatu saat teman-teman diberikan tanggung jawab yang cukup besar, kemudian teman-teman berhasil untuk menyelesaikannya dengan sukses—tentunya kejadian tersebut menjadi suatu kesempatan untuk teman-teman dapat naik ke tahapan berikutnya.

Maka dari itu, suatu saat nanti teman-teman diberikan tanggung jawab, ingatlah bahwa tanggung jawab layaknya sebuah batu. Benar bahwa tanggung jawab mungkin terasa berat, tetapi beratnya tanggung jawab itu akan melatih diri kita untuk dapat menjadi pribadi yang kokoh.

Tanggung jawab yang mungkin membebani teman-teman merupakan kesempatan untuk membangun sebuah tangga yang memungkinkan kita untuk melanjutkan ke tahapan yang lebih tinggi lagi. Akhir kata, selamat membangun pribadi yang kokoh dan bertanggung jawab!

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.” - Galatia 6: 4-5 -