Sudahkah Kita Menjadi Murid Tuhan Yesus

Matius 10:34-38 (TB) "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Banyak orang berpikir dengan percaya Tuhan Yesus, dibaptis dan melakukan ibadah sudah cukup. Melalui ayat diatas Tuhan Yesus mau orang-orang percaya dan sudah dibaptis untuk menjadi muridNya bukan hanya menjadi pengikutNya saja.
Sahabat, bagaimana dengan kita? Sudah berapa lama kita ikut Tuhan Yesus? Apakah kita sudah menjadi murid Tuhan Yesus?
Untuk menjadi murid Tuhan Yesus ada beberapa hal yang perlu dilakukan :
1. Mencintai Tuhan Yesus dengan sepenuh hati diatas segalanya seperti tertulis dalam Matius 10 : 34 -38.
Dengan mencintai Tuhan Yesus lebih dari ibu, bapak, anak-anak, suami atau istri, sahabat, kita dapat melakukan perintah Tuhan Yesus yang tertulis dalam Injil dan Roh Allah akan memimpin hidup kita. Dan hidup kita ada dalam rancangan Tuhan yang paling indah. Sebaliknya bila kita lebih mencintai keluarga, sahabat dan harta dunia melebihi Tuhan Yesus maka kita akan melakukan apa yang diperintahkan orang-orang yang kita cintai bukan perintah Allah. Hidup kita pun berada diluar rancangan Tuhan karena dipimpin oleh permikiran manusia.
2. Memikul salib. Kita yang sudah dibaptis dan berkomitmen untuk menjadi murid Tuhan Yesus. Kita sudah harus siap mengalami berbagai pencobaan, penderitaan di dunia dan tetap setia pada Tuhan Yesus. Tuhan mengijinkan semua itu untuk membentuk kita menjadi pribadi seperti Tuhan Yesus.
3. Menyangkal diri.
Matius 16:24 (TB) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Arti menyangkal diri bahwa kita tidak lagi hidup dalam dosa Seperti renungan lalu membahas apa itu dosa? Dosa adalah bila kita masih hidup dalam kedagingan tertulis di Galatia 5:19-23 (TB) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Semoga melalui renungan ini, semangat rohani kita semakin menyala-nyala dan dapat memberikan yang terbaik untuk Tuhan Yesus selagi ada kesempatan.Damai sejahtera menyertai kita semua. Amin