Sharing Maestro - Merawat Bapak Tanpa Lelah

3 Februari 2018, by HPK

Shallom Saudara - saudara yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dalam Tugas bulan ini adalah mengirimkan foto berupa kegiatan sosial yang dilakukan sehari hari dan dikaitkan dengan Firman Tuhan, dan dalam kesempatan kali ini saya akan membahas kegiatan sosial saya yang saya lakukan sehari hari, yakni merawat Bapak saya yang dalam keadaan sakit. Bapak saya terserang penyakit Stroke yang mengakibatkan Ia tidak dapat menggerakkan setengah anggota tubuhnya bagian kiri. Oleh karena itu Ia harus dirawat dengan hati hati, karena apabila Ia Terjatuh yang kedua kalinya mungkin Ia akan lebih parah lagi. Setiap hari saya merawat Bapak saya, mulai dari memberi ia makan, memandikannya, dan masih banyak lagi. Setiap sepulang Sekolah saya biasanya langsung salin dan biasanya mendampingi Ia latihan berjalan, seperti apa yang pernah Ia lakukan pada saya ketika saya masih kecil. Mulai dengan memegangnya erat erat, menjaganya dari belakang, dan memijat kakinya apabila Ia merasakan sakit dikakinya. Sesudah itu saya harus memandikannya, mulai dengan memasak airnya, memandikannya dan menyalin pakaiannya. Dalam tugas ini saya membagi Tugas dengan Mamah saya, karena jika saya pulang sekolah sore hari, saya tidak bisa melatihnya jalan ataupun memandikannya. Jika malam hari tiba sekitar pukul tujuh, saya memberi Bapak saya makan seperti yang saya lakukan dalam foto yang saya kirimkan, karena jika pagi hari dan siang hari Mamahlah yang memberi Bapak saya makan. Memang dalam foto itu terlihat siang hari, itu sengaja saya lakukan dengan pulang lebih cepat dari sekolah dan izin dalam ekstrakulikuler untuk mengambil foto yang ditugaskan, karena jika saya memoto nya pada malam hari mungkin akan menurunkan kualitas foto karena penerangan dalam rumah saya ketika malam hari agak kurang terang. Apapun yang saya lakukan dalam merawat Bapak saya yang sedang sakit, sedikitpun saya tidak mengeluh, putus asa atau bahkan merasa malu, sedikitpun tidak. Saya malah merasa bangga punya Bapak seperti dia karena ia telah merawat saya, menafkahi saya, membimbing saya dari kecil sampai sekarang saya sudah sebesar ini. Saya belajar banyak dari Dia, mulai dari belajar mengargai orang lain yang lebih tua, berbuat baik pada sesama tanpa memandang apapun, taat akan Perintah Tuhan, dan juga saya bisa bermain gitar, bernyanyi, bermain piano, Ialah yang mengajarkan saya hingga saya mempunyai bekal hidup untuk bisa lebih semangat memuji dan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus. Karena dalam Firman Tuhan pun kita diajarkan untuk menghormati Ayah dan ibu kita, meskipun dalam kondisi seburuk apapun orang tua kita, tanpa mereka kita tidak akan ada di dunia ini. Oleh karena itu saudara saudara yang terkasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kita patut taat kepada orang tua kita, dalam kondisi selemah apapun dalam kondisi seburuk apapun dalam kondisi semiskin apapun orang tua kita, kita tidak boleh meninggalkan mereka, mengabaikan mereka, atau bahkan merasa malu akan adanya mereka, merekalah Tuhan yang bisa kita lihat, merekalah yang membuat kita bisa hidup, dan merekalah yang tulus menjagamu waktu kecil tanpa merasa malu mereka rela mengorbankan segalanya untuk hanya membuat anaknya merasa nyaman, terkasihi dan merasa bahagia Mungkin yang saya lakukan dalam tugas ini tidak terlalu besara ataupun mewah, tapi yang saya lakukan sangat berdampak bagi keluarga saya terutama untuk Mamah, Ia bisa sedikit terbantu untuk merawat Bapak saya. Dan tak lupa pula saya meminta Doa kepada saudara saudara untuk penyembuhan Bapak saya, semoga apa yang telah saudara kasih meskipun berupa Doa setidaknya bisa lebih membantu cepat pemulihannya, dan juga semoga Tuhan Yesuslah yang membalas semua apa yang saudara beri untuk membantu pemulihan Bapak saya.