Resolusi Dengan Realisasi

7 April 2019, by HPK

Hampir setiap dari kita membuat suatu resolusi. Entah itu resolusi awal maupun akhir taun, resolusi yang dibuat saat berulang tahun ataupun saat mengawali tahun ajaran yang baru.

“Semoga tahun ini bisa lebih rajin belajar”,

“Akan lebih bersyukur terhadap segala sesuatunya”

“Janji mau olahraga rutin”

“Berhenti gosip”

Tentunya masih banyak lagi ragam resolusi yang dijadikan janji layaknya seorang politisi yang hendak menghadapi pemilihan umum. Namun bagaimanakah akhirnya nasib resolusi-resolusi tersebut di kemudian hari? Umumnya tekad dan niat habis di tengah jalan, durasinya bervariasi mulai dari seminggu, dua minggu, hingga satu bulan awal saja—setelah itu resolusi hanyalah resolusi semata sampai akhirnya dibunyikan lagi di tahun depan.

Sebenarnya mengapa begitu sulit untuk dapat menepati resolusi yang dibuat? Apakah sebegitu beratnya untuk mewujudkan satu janji sederhana dalam kurun waktu 1 tahun saja?

Permasalahan tersebut sebenarnya berakar pada pembiasaan perilaku. Pada dasarnya tingkah laku yang diulangi terus menerus secara konsisten akan membentuk pola dan lama-lama akan berubah menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, saat kita menyatakan resolusi dan mulai bersemangat menjalaninya saat awal-awal, usahakanlah agar kita tetap dapat konsisten untuk menjaga perilaku yang diharapkan. Jika perlu, berikanlah pernghargaan pada dirimu sendiri seusai memunculkan perilaku-perilaku yang menunjang terwujudnya resolusi tersebut, bahkan memberikan hukuman terhadap diri sendiri ketika lalai mempertahankan perilaku tersebut.

Membangun kebiasaan yang baru bukanlah sesuatu yang mudah, namun sekalinya resolusi kita berhasil menjadi kebiasaan—umumnya akan bertahan dengan lama dan manfaatnya dapat kita rasakan sendiri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh  University College London, rata-rata seseorang akan mampu untuk membentuk kebiasaan setelah melakukannya secara konsisten selama  66 hari. Itu berarti sekitar 2 bulan lebih kita perlu memperjuangkan resolusi kita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi tentunya. Jangan lupa untuk selalu mendasarkan pertumbuhan diri, baik itu pikiran, perkataan, maupun perbuatan, kita pada ajaran Tuhan. Seperti yang tertulis pada Kolose 3:17, yaitu “...segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur j oleh Dia kepada Allah, Bapa kita”. Semoga sukses dalam membangun kebiasaan yang baru!