Rencana Tuhan Itu Indah

30 Agustus 2020, by HPK

Mungkin kita sudah berdoa, namun kunjung tidak ada jawaban. Mungkin kita sudah meminta, namun tak kunjung ada perubahan. Mungkin kita pernah protes, 'Tuhan, mengapa hal ini harus terjadi padaku?'. Akan tetapi Tuhan seperti tidak pernah menjawab nya.

Amsal 19:21 mengatakan, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana." Di dalam diri manusia, pasti mempunyai banyak keinginan. Entah itu ingin memiliki mobil mewah, memilki rumah yang sangat besar, memiliki pakaian yang bagus dan keinginan-keinginan lainnya. Akan tetapi pertanyaan nya, apakah keinginan tersebut sudah seturut atau sesuai dengan kehendak dan rencana Allah?

Kita ada di dunia ini bukan untuk hidup sesuai dengan apa yang kita mau, akan tetapi kita hidup untuk melakukan Firman Tuhan dan menjalani rancangan-Nya. Jika kita belajar Firman Tuhan dengan bersungguh-sungguh dan menjalani Firman-Nya dalam kehidupan, kita akan tahu maksud dari rancangan Tuhan itu sangat indah. Akan tetapi jika kita hidup tidak sesuai dengan Firman Tuhan, maka hidup kita sudah diluar dari rancangan Tuhan.

(Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.")

Yeremia 29:11, "sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan  rancangan kecelakaan, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan."

Bima merupakan seorang sarjana yang baru lulus. Ia hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ternama. Sebelum memasuki ruangan HRD, ia berdoa kepada Tuhan supaya dirinya dapat diterima di perusahaan tersebut.

Seminggu kemudian, Bima mendapatkan surat dari perusahaan tersebut, ternyata dirinya tidak di terima di perusahaan incaran nya. Ia sangat kesal dan menyalahkan Tuhan karena dirinya tidak diterima. Akhirnya Bima pun mendaftar ke perusahaan lain dan dirinya diterima.

Beberapa bulan kemudian, Bima mendapatkan kabar bahwa perusahaan ternama incaran nya dulu, telah bangkrut karena uang perusahaan telah dikorupsi oleh orang dalam. Semua pegawai pun di PHK. Bima akhirnya tersadar dari peristiwa itu, bahwa rancangan Tuhan indah dan tidak pernah salah. Jika saja ia diterima diperusahaan ternama itu, ia pasti akan mengalami nasib yang sama dengan pegawai-pegawai diperusahaan ternama tersebut.