Pindahkan Gunung

Pasti kita semua sudah sering mendengar kata “iman”, entah di Gereja maupun di lingkungan masyarakat. Tapi tahukah kalian apa itu iman? Menurut alkitab yang terdapat dalam Ibrani 11:11, iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Apakah kalian pernah mendengar mengenai kisah iman yang dapat memindahkan gunung di Mesir? Siapa yang bisa menyangka sebuah mujizat besar pernah terjadi di Mesir yaitu ketika Gunung Mokkattam beranjak sejauh 3 kilometer. Gunung Mokattam adalah kisah mujizat Kristen awal, di mana gereja itu dibangun. Tradisi mengatakan bahwa seorang suci yang dikenal dengan nama Simon, si penyamak yang hidup pada abad kesepuluh secara ajaib memindahkan gunung.
Mengapa harus Simon? Karena Simon adalah seorang yang taat, berhati mulia dan seorang yang beriman. Ia menterjemahkan Alkitab secara harafiah: “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” (Matius 5:29) Menurutnya ia melakukan dosa, yang mana dia adalah tukang Sol sepatu, dengan tidak sengaja ia menunduk dan melihat aurat wanita, akhirnya Simon mencungkil satu matanya. Disamping pekerjaan nya yang tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang berisikan air untuk bekerja membantu orang miskin dan orang lemah untuk distribusi air sungai Nil.
Lantas hal itulah yang membuat Allah memilih Simon, karena iman nya lah yang dapat membuat hal sebesar itu terjadi. Bahkan Tuhan Yesus pun mengatakan, “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20)
Arti iman sebesar biji sesawi adalah iman kepada Tuhan Yesus, walaupun iman paling sederhana sekalipun dengan lain berkata siapapun yang percaya kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, berarti ia telah memiliki iman sebesar biji sesawi dan akan memperoleh Kerajaan Surga.
Oleh karena itu, jangan kita anggap remeh hal-hal kecil. Jika kita melihat hal-hal kecil, baiklah kita memandangnya menurut cara pandang Allah. Dan disitulah nilai-nilai kerajaan Allah.