"Pelangi" Sehabis Covid-19

Nama saya Ayen. Pada tanggal 10 September yang lalu, suami saya, Aming, tiba-tiba merasa ga enak badan. Besoknya, dia mulai demam. Saya mulai memberi dia berbagai macam vitamin dan obat turun panas. Hari berikutnya, kondisi masih sama. Akhirnya kita putuskan buat Test Swab ke RS. Hasil keluar dan Aming positif Covid, tapi aku negatif. Shocked, sedih, takut, semua rasa campur aduk jadi satu. Karena Aming ada riwayat asma, maka dia memutuskan masuk RS.
Rabu pagi, Aming berangkat sendiri naik mobil ke RS. Dari teras depan rumah, aku melambaikan tangan ke dia, sambil menahan tangis, aku gak mau dia liat aku nangis. Saat itu, terbayang semua berita-berita mengerikan tentang covid yang pernah aku baca di sosial media dan membuatku makin takut. Aku lari ke kamar, tangisku pecah, sambil aku bertanya pada Tuhan, Ya Tuhan, kenapa harus suami aku yang alami hal ini? Di tengah tangis itulah, tiba2 aku dengar suara..Ayen..ingat, TUHAN GA PERNAH KASI COBAAN DI LUAR KEMAMPUAN KITA, ANAKNYA. KAMU HARUS KUAT YEN, BUAT AMING SAMA SEMUA ANAK2. Saat itu juga aku merasa ada yang menopang & memberi aku kekuatan. Tangisku berhenti dan ada pengharapan yang baru.
Aku putuskan karantina selama 2 minggu di kamar karena walaupun hasil negatif tapi aku sudah terpapar juga. Tersiksa, ga bisa ngumpul bareng anak & suami. Tapi, aku terus berdoa, dan aku ga boleh stress.
Hari ke-2, ke-3 Aming masih baik2 aja..Masuk hari ke-3, ke-4, mulai merasakan sesak di dadanya..dan dia mulai takut..mulai berpikiran buruk, apalagi banyak berita mengerikan ttg virus ini. Kondisinya mulai drop.
Aku terus kasi kekuatan dan support ke dia, aku bilang kita sama2 berdoa dan berserah aja. Aming mulai tenang, pasrah, dan berdoa. Saat kita benar2 PASRAH dan BERDOA, saat itulah juga Tangan Tuhan bekerja. Kondisi Aming mulai pulih, apalagi saat terima makanan dari adiknya, semangatnya bangkit lagi.
Selama 2 minggu kurang sehari, tepatnya tanggal 29 September, paru2 Aming di scan dan di rontgen. PujiTuhan, paru2 nya bersih dan yang paling menggembirakan, dia boleh keluar dari RS, walaupun hasil Swab masih positif, dengan catatan, isolasi mandiri juga, sampai hasil swab test menunjukkan hasil yang negatif.
Selama 3 minggu Aming karantina sendiri, akhirnya hasil swab nya menunjukkan hasil negatif dan kami sekeluarga bisa berkumpul kembali.
Teman2, melalui kejadian ini, ingatlah..Tuhan gak pernah tinggalkan kita, karena Dia hanya sejauh Doa, saat kita Berserah padaNya, percaya prosesNya, walau ga sesuai dengan pikiran kita, yakinlah, PASTI ada PELANGI sehabis HUJAN