Menjadi Tokoh Panutan Bagi Sesama

Jika ditanya “siapakah tokoh panutanmu” umumnya orang akan melontarkan jawaban mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, selebritis, guru, pahlawan—baik yang fiksi maupun non-fiksi, dan jawaban lainnya. Kebanyakan dari kita mugkin juga menyebutkan Yesus Kristus sebagai jawaban. Biasanya jawaban-jawaban tersebut terlontar dengan mudahnya, seakan memiliki tokoh panutan merupakan sesuatu yang natural. Memang benar, dengan memiliki tokoh panutan dapat memberikan inspirasi maupun motivasi bagi diri kita untuk berkembang ke arah yang lebih baik, sesuai dengan karakter dan nilai-nilai yang dimiliki oleh figur panutan kita.
Sedemikian bermanfaatnya seorang tokoh panutan, muncul pertanyaan yang menarik untuk menjadi renungan—“siapkan temanteman HPK Foundation untuk menjadi tokoh panutan bagi sesama?”
Mengapa harus? Mengapa tidak.
Sebagaimana kita mendapatkan manfaat dari mencontoh tokoh panutan kita, alangkah baiknya jika kita juga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi sesama agar dapat bertumbuh bersama-sama.
Tidak perlu kita mempertunjukkan kebolehan kita di depan khalayak ramai dalam melawan kejahatan dan tindakan kriminal. Cukup dengan angkat bicara dan melerai jika ada yang tengah di-bully, cukup membantu mendamaikan sesama yang terlibat konflik dan berusaha untuk tidak memperkeruh suasana. Tidak perlu berpidato memberikan inspirasi layaknya seorang motivator handal, cukup dengan memberikan semangat bagi mereka yang tengah berusaha. Cukup menyediakan hati, pikiran, dan waktu—dalam mendengarkan keluh kesah teman kita. Cukup dengan mengatakan kebenaran bilaman tujuannya adalah baik adanya.
Tindakan-tindakan tersebut merupakan sedikit dari apa yang dapat teman-teman semua lakukan. Sekecil apapun itu, selama dilakukan dengan niatan yang baik dan tindakan yang konkrit—akan ada saja yang dapat terinspirasi dan termotivasi. Dengan demikan, sedikit demi sedikit teman-teman dapat menjadi simbol perubahan, memancarkan semangat yang sanada dengan apa yang teman-teman dapatkan dari tokoh panutan teman-teman masing-masing.
Jangan pula khawatir mengenai kapasitas diri dalam mengemban misi ini, terlebih karena merasa masih muda—karena ada tertulis pada 1 Timotius 4:12, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu. “