Mengenal Sejarah Ala Kisah Para Rasul Part 1

25 Juli 2021, by HPK

Kegiatan Bible Study siswa-siswi HPK Foundation sudah selesai membahas empat kitab Injil. Lalu, selanjutnya mereka belajar tentang “Mengenal Sejarah ala Kisah Rasul” dengan masih dipimpin oleh Pdt. Darmana.

Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rasul Lukas sekitar tahun 61 M. Penerimanya adalah Theofilus dan setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Isi kitab: 28 pasal, sejarah berdirinya gereja Kristen,  khotbah-khotbah para Rasul, penganiayaan terhadap umat Kristen, penginjilan kepada bangsa-bangsa lain, permulaan adanya sebutan Kristen.

Kitab ini berisi beberapa ajaran utama, yaitu:
Pasal 1-5:
- pengajaran tentang kelahiran gereja Tuhan Yesus pertama kali
- amanat Tuhan Yesus kepada murid-muridNya sebelum naik ke Sorga
- tentang orang-orang percaya setelah mendengar khotbah Rasul Petrus

pasal 1:8, 2:1-3, 36-41:
Murid-muridNya akan menerima kuasa setelah menerima Roh Kudus, digenapi ketika para rasul berkumpul di Yerusalem

Bagaimana dengan kita? Apakah kita yakin sudah menerima Roh Kudus dan memiliki kuasa-Nya?

Pasal 2:41-47, 4: 32-37
Menceritakan kehidupan orang-orang percaya pada abad pertama penuh dengan kasih dan ketekunan dalam beribadah.

Pasal 6-12
- Pengajaran tentang pengembangan gereja yang berada dalam penganiayaan terhadap orang-orang percaya.
- Penganiayaan dari orang-orang Yahudi
- Melarikan diri ke penjuru dunia
- Tetap  memberitakan Injil Tuhan Yesus

Pasal 7:54 – 8:1-4:
Beratnya penderitaan dan aniaya yang dialami oleh orang-orang percaya, tetapi tetap setia beribadah dan memberitakan Injil.

Bagaimana sikap kamu kalau diancam setelah masuk Kristen?

Pasal 9: 1-22
Menceritakan tentang Saulus (Paulus), seorang penganiaya orang percaya yang mengalami pertobatan dan kemudian menjadi rasul. Kuasa Tuhan Yesus dapat mengubah kehidupan seseorang yang jahat sekalipun.

Apakah isi kitab ini ada yang Kontradiktif? Tentu tidak. Jika ada ayat yang seakan-akan isinya saling bertentangan, hal itu disebabkan karena adanya perbedaan istilah yang juga bermakna berbeda, seperti misalnya: kata “Hear”(mendengar) tidak sama dengan “listen” (mendengarkan),  kata “Look” (memandang) tidak sama dengan “see” (melihat). Jadi, memang dibutuhkan kejelian dan hikmat untuk bisa memahami Alkitab, ya… Cara paling mudah ya dengan rajin mengikuti Pemahaman Alkitab atau Bible Study ini.