Komitmen Dengan Tuhan

23 Agustus 2020, by HPK

Komitmen dibangun di atas kesungguhan hati dan tanpa kepura-puraan. Demikianlah pula hendaknya komitmen kita kepada Tuhan.

Rasul Paulus menyatakan komitmen dan tekadnya dengan sungguhan ia ingin mengenal Yesus. Tetapi bukan sebatas mengetahui tentang-Nya, melainkan ia juga ingin memiliki pengalaman hidup bersama dan seperti-Nya. Paulus menyadari bahwa ketika ia mengenal dan memiliki pengalaman bersama Yesus maka sifat dan kehidupannya akan diubah semakin serupa dengan-Nya (cf. Imamat 7-8).

“Ini komitmen saya!” Entah berapa kali kita mengulang pernyataan tersebut. Mungkin hanya di dalam hati atau bisa juga benar-benar diucapkan sampai orang lain dapat mendengar. Tetapi, apakah kita memahami makna komitmen yang sebenarnya? Pasti teman-teman juga pernah membuat suatu komitmen, bukan?

Bentuk sederhana dari komitmen adalah janji. Kita berjanji untuk melakukan ini atau tidak melakukan itu dan memutuskan untuk bersikap
begini atau begitu. Lalu bagaimana dengan kenyataannya? Apakah kita mampu menjaga dan menepati komitmen yang kita buat seiring dengan berjalannya waktu? Apakah kita dapat konsisten dengan komitmen kita?

Ketika kita berkomitmen, kita menyatakan sebuah kesanggupan untuk melakukan atau menjalani sesuatu. Ketika kita berkomitmen, kita menjaga diri kita untuk tidak menyimpang dari apa yang kita janjikan.

Setia pada komitmen yang kita buat dapat melatih kesungguhan pikiran dan keteguhan hati kita, terutama dalam situasi hidup yang berubah-ubah dan tak menentu. Kadang kala kita terjebak dalam pusaran masalah dan kebingungan untuk mencari jalan keluar. Di kala itu pula lah komitmen kita diuji, entah itu untuk kabur dari masalah atau menyalahkan orang lain, atau untuk menyerah begitu saja.

Padahal jika jika memiliki komitmen kepada Tuhan, itu berarti kita mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan dan mengandalkan kasih karunia dan penyertaan-Nya.

Dan bukankah Tuhan mengetahui yang terbaik bagi diri kita? Bukankah segala yang telah Ia atur merupakan caranya untuk mendewasakan diri kita dan keimanan kita? Jika teman-teman percaya, maka berkomitmenlah kepada-Nya, niscaya yang terbaiklah yang akan kita dapatkan.