Keselamatan Itu Adalah Anugrah Yang Terbesar Dalam Hidup Saya

14 Agustus 2022, by HPK

Shalom, Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yesus atas penyertaan dan kasih-Nya, sehingga saya, Diah dapat beroleh anugrah keselamatan dari Tuhan Yesus.

Saya, Diah usia 43 tahun ingin berbagi cerita kesaksian hidup saya. Saya lahir dan dibesarkan di keluarga Katolik yang taat. Suatu hari ibu saya, Maria Magdalena Sukesi yang beragama katholik menikah dengan ayah saya, FX Soedjatno yang beragama muslim tetapi pada akhirnya ayah saya berserta 4 adiknya masuk katholik dan dibabtis.

Setelah saya beranjak dewasa dan lulus SMA, saya merantau ke Jakarta untuk kuliah dan bekerja. Dalam perjalanan hidup saya, saya bertemu pria yang beragama muslim. Saat itu keluarga saya tidak merestui karena perbedaan agama. Tetapi saya tetap mengambil keputusan untuk menikah dengan pria itu dan saya pindah agama menjadi Islam. Pada awalnya pernikahan berjalan dengan baik, saya sempat memakai hijab dan ikut pengajian di lingkungan tempat tinggal saya. Tetapi saya tidak pernah sholat karena kesulitan mengucapkan kata-kata di Alquran. Saya dikarunia 2 orang putri bernama Andrea Gendis Mahadi usia 13 tahun dan Angelina Sekar Mahadi usia 11 tahun.

Pada tahun 2015, suami saya naik jabatan sebagai.manager dengan penghasilan yang cukup. Kami dapat membeli mobil dan rumah untuk dikontrakan. Pada tahun 2016 suami saya mulai tidak setia ketika anak  pertama saya masuk ICU karena sakit asma dan hampir meninggal. Saat itulah saya merasakan beban yang sangat berat dimana saya harus berjuang sendiri mendampingi anak saya di ICU sedangkan suami saya entah dimana bersama pacarnya. Saya menangis dan merasakan hidup semakin hampa. Saya teringat Tuhan Yesus dan berdoa minta kekuatan padaNya. Dalam doa, saya berjanji untuk kembali pada Tuhan Yesus bila Tuhan menyembuhkan anak saya. Puji Tuhan, anak saya mendapatkan kesembuhan.

Dengan berjalannya waktu karena perbedaan ajaran agama akhirnya kami bercerai. Ajaran muslim memperbolehkan mempunyai iistri lebih dari satu sedangkan dari awal perkawinan saya mengikuti ajaran Kristiani yang tertulis dalam  Matius 19:5-6 (TB)  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Suami saya akhirnya menikahi pacarnya yang beragama Islam..Saya belajar memaafkan suami saya karena Tuhan Yesus begitu besar kasih karuniaNya yang sudah memaafkan saya ketika saya meninggalkan Tuhan Yesus selama 15 tahun. Saya sangat bersyukur karena saya bersama ke dua putri saya masih beroleh anugrah keselamatan dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang untuk memcari orang yang berdosa dan tidak pernah menghakimi.

Yohanes 3:16-17 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Saya bersyukur pada Tuhan Yesus yang  mempertemukan saya dengan HPK Foundation sehingga  saya juga dapat belajar bersama dengan siswa siswi HPK Foundation tentang injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) untuk mengikuti teladan Kristus.

Semoga cerita kehidupan saya dapat memberkati. Sukacita dan damai sejahtera menyertai kita semua.