Kesaksian Vania "Pelangi Sehabis Hujan"

22 Juni 2018, by HPK

Hujan badai menerpa, tetapi aku selalu kokoh menerjangnya. Bahkan saat ini aku sedang menantikan kedatangan sang Pelangi, yang menandakan perjuangan ku di masa putih abu-abu hampir selesai. Panas terik matahari, hujan badai, kasarnya batu kerikil, bahkan indahnya embun pagi dan matahari tenggelam telah membantuku mengukir kenangan di masa putih abu-abu.

Kerasnya dunia memaksaku untuk menghentikan impianku untuk duduk di bangku menengah atas. Tapi aku yakin, kuasa Tuhan lebih dari segalanya. Hingga pada saatnya impianku terhempas, jatuh, dan hampir putus asa, tangan Tuhan membantuku melalui orang-orang yang senantiasa tulus membantuku.

Disaat aku mengalami cobaan, selalu saja ada orang yang memberiku solusi. Hingga pada akhirnya aku bisa melanjutkan sekolah lagi, dengan bantuan Ibu & Bapak guru, HPK Foundation, serta semua orang terdekat yang selalu mendampingiku.

Hingga pada puncak perjuanganku, berbagai macam ujian telah didepan mata. Tetapi apakah semua berjalan seperti yang aku inginkan? Tidak. Aku mengalami sakit yang awalnya tidak aku pedulikan. Aku tidak fokus belajar dan aku merasa terpuruk. Apakah dengan kondisiku yang seperti ini aku bisa menjalankan ujian dengan baik? Ternyata disaat aku jatuh sakit, sekolah tetap mengusahakan agar aku bisa mengikuti ujian seperti teman-temanku yang lainnya.

Aku sangat bersyukur, tetapi tetap berfikir bahwa aku malu. Aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik dengan segala kemampuanku yang tersisa. Hingga akhirnya aku menyelesaikan ujian, dan aku terbaring dirumah sakit selama 2 minggu.

Setelah keluar dari rumah sakit, aku menjalani masa pemulihan. Hatiku resah, berfikir apakah aku lulus atau tidak. Tetapi aku pun berfikir, aku harus segera bekerja untuk membayar biaya rumah sakit, dan lainnya. Aku berusaha mencari pekerjaan. Alhasil, aku diterima di salah satu kantor perusahaan di bidang Roto-Gravue Cylinder, sebagai seorang Admin keuangan. Aku sangat bersyukur sekali! Disisi lain aku bekerja, aku menantikan waktu kelulusan tiba.

Disaat waktu kelulusan tiba, aku tidak bisa hadir karena aku bekerja. Dan akhirnya aku hanya bisa meminta izin pada waktu wisuda.

Wisuda telah didepan mata, aku menghadirinya dengan penuh kekhawatiran. Tapi ternyata, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Aku bahagia! Usahaku untuk tidak mengecewakan orang yang telah membantuku berhasil. Yeay, LULUS! Aku telah melihat pelangiku, pelangi yang hadir disaat hujan telah berhenti.

Aku sangat berterima kasih kepada ibu Linda Goemulja dan semua orang yang telah senantiasa tulus membantuku. Saat ini, perjuanganku akan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan pelangiku yang telah ku lihat di akhir masa putih abu-abu.

 

Jesus Bless!

-Vania Faustina-