Kesaksian Shena
Dengan hati yang rendah dan penuh syukur, Shena membagikan kisahnya. Pada semester lalu, ia berhasil meraih peringkat 1 di kelasnya—sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sekelilingnya, ada banyak teman yang sama-sama hebat: mengikuti bimbingan belajar ternama, memiliki kemampuan luar biasa, dan bekerja keras dengan caranya masing-masing.
Shena menegaskan bahwa apa yang ia raih bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk disyukuri. Ia menyadari bahwa setiap orang punya proses, ritme, dan jalan hidup yang berbeda. Bagi Shena, hasil hari ini adalah buah dari perjalanan panjang—jam-jam belajar, kelelahan, keraguan, air mata, dan doa—yang perlahan terbayar dengan indah.
Namun ia juga tahu, perjalanan ini belum selesai. Peringkat 1 bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh. Shena berkomitmen untuk terus belajar, terus berusaha, dan yang terpenting: terus mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan dan langkah hidupnya.
Ayat favorit Shena menjadi pegangan yang meneguhkan:
“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.”
(Amsal 16:3)
Kiranya kisah Shena menguatkan kita semua untuk:
- setia dalam proses, meski hasil belum terlihat,
- bersyukur atas setiap pencapaian, sekecil apa pun,
- dan percaya bahwa ketika kita berserah dan tetap berusaha, rencana Tuhan selalu yang terbaik dan tidak pernah terlambat.