Kesaksian Ibu Aty

29 Maret 2026, by HPK

Dalam setiap musim kehidupan, Tuhan tetap setia memelihara. 
 
Ibu Aty Julianti pernah menikmati kondisi ekonomi yang cukup baik. Namun sejak ia berhenti bekerja untuk fokus mengurus anak, usaha suaminya justru merosot. Doa dan seruan kepada Tuhan seakan tidak langsung dijawab—kurva kehidupan terus menurun, sementara kebutuhan makin banyak. 
 
Meski demikian, Tuhan tidak pernah terlambat. Di setiap titik terdesak, selalu saja ada pertolongan: lewat keluarga, sahabat, dan tetangga; dalam bentuk makanan, bantuan biaya, hingga kebutuhan sekolah anak-anak. Puncak ujian datang ketika tabungan pendidikan anak pertama lenyap karena perusahaan tempat mereka menabung bangkrut. Saat itulah mereka sadar: harapan sejati bukan pada tabungan atau kekuatan manusia, melainkan hanya pada Tuhan. 
 
Melalui air mata dan proses panjang, Ibu Aty mengerti bahwa setiap peristiwa yang Tuhan izinkan selalu mengandung maksud yang baik—untuk menyatakan kuasa dan pemeliharaan-Nya. 
 
Pegangan hidupnya: 
“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b)
 
Kesaksiannya mengingatkan kita: di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, Tuhan tidak pernah meninggalkan. Ia tetap setia memelihara anak-anak-Nya.