Kesaksian Eben
Eben membagikan kesaksiannya dengan penuh syukur. Hingga saat ini ia selalu meraih ranking 3 besar di sekolahnya. Bagi Eben, semua itu bukan hanya soal kemampuan, tetapi karena ia memilih untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam studinya: ia rutin berdoa sebelum belajar, membuat jadwal belajar, dan taat kepada orang tua serta guru.
Eben juga memiliki cerita Alkitab favorit tentang rumah yang didirikan di atas batu karang. Dari kisah ini ia belajar bahwa hidup yang dibangun di atas dasar yang benar — yaitu Firman Tuhan — tidak akan mudah goyah, sekalipun menghadapi tantangan. “Ketika gagal ulangan, saya bangkit lagi dengan berdoa dan belajar lebih tekun,” kata Eben.
Lebih dari sekadar prestasi akademik, Eben rindu hidupnya menghasilkan buah Roh seperti tertulis dalam Galatia 5:22–23: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Ia berusaha menunjukkan kasih dan kesabaran kepada teman-temannya serta tetap rendah hati di tengah keberhasilan.
Kiranya kesaksian Eben mengingatkan kita semua bahwa hidup yang berakar pada Tuhan akan menghasilkan buah yang indah — baik dalam prestasi maupun karakter. Mari kita meneladani sikapnya: serahkan usaha kepada Tuhan, tekun dalam belajar, dan hidup berbuah bagi sesama.