Kerasnya Hidup Tak Membuatku Patah Harapan

29 Agustus 2018, by HPK

Perkenalkan, namanya Rina Magdalena. Satu hari ia sempat meluangkan waktunya untuk berbagi cerita mengenai pengalaman hidupnya yang cukup keras. Beliau merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, namun malang nasibnya, Bu Rina ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sekitar 24 tahun yang lalu. Hidup terasa berat bagi Bu Rina karena bekerja dengan gaji yang pas-pas’an, terutama karena beliau juga turut membiayai saudara-saudaranya yang lain.

Di usianya yang semakin senja, beliau sempat terkena PHK dan mengakibatkan dirinya begitu sedih dan kecewa. Bisa dikatakan, iman Bu Rina lah yang menyelamatkan dirinya—karena ia pun bangkit dari keterpurukan dan bertahan hidup dengan berjualan kue keliling dari satu tempat ke tempat lainnya.

Meskipun menjalani kehidupan dengan kondisi ekonomi tidak stabil, bahkan sempat mengalami suatu masa tidak memiliki uang sepeser pun, Bu Rina tetap mengingat perkataan kedua orang tuanya saat mereka masih hidup, yaitu, “Kalau orang mau hidup senang, harus berjuang, jangan pernah malas-malasan. Hidup harus tetap semangat meskipun ada orang yang menghina ataupun merendahkan.”

Perkataan itu dijadikan prinsip hidup olehnya, karena beliau percaya “di mata Tuhan semua orang sama. Maka dari itu, Bu Rina mengajak semua untuk tetap berbesar hati dalam perjuangan hidup ini, walau banyak kepahitan, kesulitan, dan cobaan.

Di akhir kisahnya, ia pun berpesan pada siswa/siswi HPK Foundation:
“Teruslah berbesar hati, berdoa, dan berjuang dalam kondisi apapun... Tuhan tidak pernah diam.
Tidak mudah menjadi orang jujur di saat kondisi ekonomi terpuruk.
Hidup ini singkat. Maka selalu lakukanlah kebaikan kepada sesama.”
.