KENDALIKANLAH LIDAH KITA UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

Matius 5:21-22 (TB) Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Tuhan Yesus mengatakan orang yang berkata kafir, jahil akan masuk neraka yang artinya hendaklah kita menjaga lidah kita karena lidah dapat membunuh melalui perkataan bila tidak dikendalikan dengan baik.
Yakobus 3:9-10 (TB) Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Lidah adalah suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Dengan lidah kita memuji Tuhan dan dengan lidah kita mengutuk manusia ciptaanNya. Lidah bagaikan api yang dapat menyulut suatu pertengkaran hebat bila salah berkata.
Yakobus 3:5 (TB) Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Yakobus 3:8 (TB) tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Sahabat dalam Kristus, sangat sulit untuk mengendalikan lidah bila kita masih hidup dalam perbuatan daging (Galatia 5 :19-21).
Kita pernah membahas "HIDUP DALAM ROH" (renungan 1 mei 2022). Hidup dalam roh adalah hidup yang dipimpin oleh roh Allah.
Dengan menyerahkan seluruh hidup kita untuk dipimpin oleh roh kudus, kita dapat mengendalikan lidah kita dalam situasi apapun.
Kita lebih sabar, kasih dan ada pengendalian diri dalam perkataan karena perkerjaan Roh Kudus dalam diri kita yang mengajarkannya.
Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Semoga kita selalu dapat memuliakan Tuhan dengan lidah kita. Karena ibadah yang sejati adalah perbuatan dan perkataan kita mengikuti teladan Kristus.
Yakobus 1:26 (TB) Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.