Kembangkan Talenta Yang Diberikan Oleh Tuhan

17 November 2019, by HPK

Setiap dari kita memiliki bakat dan keterampilannya masing-masing. Ada yang berbakat di bidang musik dan tarik suara, memasak, tarian, matematik, olahraga, memimpin, bersosialisasi, dan masih banyak lagi.

Jika kita renungkan, bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh kita tergambar juga dalam perumpamaan mengenai talenta yang tertulis pada Matius 25:14-30. Tuhan memberikan kita masing-masing talenta untuk dapat kita kembangkan selama kita hidup di dunia.

Talenta bahkan bukan hanya bicara mengenai bakat dan keterampilan, melainkan juga semua kemampuan, waktu, sumber daya dan kesempatan. Hal-hal ini merupakan sesuatu yang dipercayakan oleh-Nya kepada kita dan kita bertanggung jawab untuk mengelolanya dengan sebijaksana mungkin.Tentunya kita menyadari bahwa kita memiliki talenta kita masing-masing. Namun sudahkan kita mengembangkan talenta yang kita miliki? Penting bagi kita untuk memanfaatkan masa muda kita untuk mengembangkan talenta-talenta yang kita miliki.

Kembangkan potensi diri kita, perbaharui apa yang kita miliki, dan teruslah berkarya. Meski semua itu demi mengoptimalkan apa yang kita miliki, tetapi jangan lupa bahwa apa yang kita miliki tersebut akan dapat kita limpahkan pada orang lain juga. Misalnya dengan membantu melatih teman kita yang memiliki ketertarikan serupa dengan keterampilan yang kita miliki, atau menyumbangkan apa yang kita bisa dalam mengerjakan suatu tugas bersama dengan orang lain, dan lain sebagainya.

Ketika kita telah berhasil mengembangkan talenta yang kita miliki, niscaya manfaatnya bukan hanya untuk kita seorang—tetapi orang lain juga dapat menikmati talenta yang kita miliki. Contoh sederhananya, seseorang yang memiliki talenta di bidang musik jika ia mengasah dan mengembangkan dengan baik, maka orang lain akan dapat menikmati alunan musik yang tercipta melalui permainan alat musiknya.

Teman-teman juga jangan berkecil hati jika merasa bahwa talenta yang dimiliki tidak sebanding dengan talenta yang dimiliki orang lain, karena setiap orang memiliki niatan, ketahanan, dan tujuan yang berbeda-beda. Semuanya bergantung pada kita sendiri, bagaimana kita akan mengembangkan talenta yang kita miliki, yang mungkin biasa-biasa saja, sehingga dapat menjadi luar biasa dan mencerminkan kebesaranNya.