Kejujuran

14 November 2021, by HPK

Matius 5:33-37 (TB)  Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Kejujuran adalah dimana orang berani berkata jujur apa adanya tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan apapun konsekwensinya. Kadang orang sulit berkata jujur bila sudah melakukan kesalahan agar terhindar dari hukuman. Belum lagi orang berbohong demi menutupi kesalahan sahabat, keluarga dan saudara. 

Ayat diatas mengajarkan untuk berkata jujur dan tidak mengucapkan sumpah palsu. Seringkali orang  mudah mengatakan sumpah palsu untuk menutupi kebohongan atau mengatakan sumpah untuk menyatakan kebenaran. Tuhan Yesus mengajarkan untuk tidak mengatakan sumpah apapun bila ya berkata ya dan bila tidak hendaknya berkata tidak. 

Bagaimana dengan kita orang percaya? Sudahkah kita hidup jujur sebagai orang percaya? Jujur dalam hal apa saja yang sudah kita lakukan? 

Kadang tanpa disadari kita merasa sudah berkata jujur padahal masih ada yang kita sembunyikan. Renungan ini semoga kita bisa belajar sepenuhnya menjadi orang yang jujur yang Tuhan Yesus kehendaki. Karena tertulis dalam Lukas 12:2 (TB)  Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 

Melalui ayat ini jelas bila kita berbohong akan ketahuan juga. Jadi lebih baik kita berkata jujur karena damai sejahtera akan menyertai kita semua. 

Tuhan Yesus Memberkati.