KEBENARAN AKAN DIBUKAKAN

Matius 10:26 (TB)
Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Ayat ini berisi perkataan Yesus kepada murid - muridNya untuk mempersiapkan diri mereka akan penganiayaan yang akan terjadi. Ijinkan saya mengupas 2 hal dari ayat ini :
A. JANGANLAH TAKUT
Takut akan apa? Pada masa itu jelas, memberitakan tentang Yesus dan kebenaran Firman Tuhan nyawa taruhannya. Saat ini kita bisa menjalani hidup sebagai orang Kristen dengan nyaman, melayani, melakukan aktifitas ibadah kita dengan tenang. Tapi pernahkah terbersit, apa ketakutan terbesar dalam hidup kita? Takut orang tau siapa diri kita yang sesungguhnya? Takut orang tau akan masa lalu kita? Atau takut akan kebohongan dan pikiran negatif kita akan terbongkar dan diketahui banyak orang? Takut ini bisa menjadi pemicu untuk kita behenti melakukan hal-hal yang benar menurut Firman Tuhan. Rasa takut ini bisa membuat kita malah terjerumus dalam perbuatan dan pilihan hidup yang salah. Dan, rasa takut ini juga akan menghambat kerja Tuhan dalam hidup kita. Jika kita melakukan hal yang benar, kita tidak perlu takut akan apapun. Karena Tuhan melihat kebenaran itu.
B. SEGALA SESUATU AKAN TERBUKA
Satu lagi yang begitu menyentuh dari ayat ini adalah Yesus berjanji kepada para pengikutnya yang teraniaya bahwa kebenaran akan diketahui, bahkan jika kebenaran itu disembunyikan dengan sangat baik di antara halaman-halaman sejarah.
Pernahkah kita dalam posisi sudah melakukan hal yang benar tetapi masih dituduh bersalah? Atau kita diperlakukan tidak adil? Difitnah, dituduh atau mengalami cobaan hidup yang seolah tidak ada hentinya. Apa yang biasanya kita lakukan saat mengalami semuanya itu? Percayakah kita bahwa Allah akan mengungkapkan semua dan membenarkan hambaNya serta mengungkapkan kejahatan orang-orang yang mengira telah menyembunyikannya? Yang perlu kita lakukan hanyalah tetap lakukan hal yanh benar dan memohonkan hati nurani yang bersih di hadapan Tuhan untuk diri kita. Karena mereka yang tampaknya menipu keadilan di bumi tidak akan pernah menipuNya dalam kekekalan. Ini yang harusnya menjadi keyakinan kita akan keadilan Allah yang tertinggi.