Kasih Adalah Pengorbanan
Valentine identik dengan hari kasih sayang bagi muda-mudi, tetapi di acara HPK momen ini dikemas berbeda: untuk mengeratkan, mengharmoniskan, dan membuka setiap hati dalam keluarga.
Banyak keluarga tinggal serumah namun jauh di hati—menyimpan sakit, memilih diam, atau mulai tak peduli. Karena itu diadakan tukar kado antara orang tua dan anak, juga suami dan istri. Bukan soal besar kecilnya hadiah, melainkan ungkapan kasih, perhatian, dan penerimaan. Setelah itu, mereka saling menyampaikan kata-kata sayang yang jarang, bahkan mungkin tak pernah terucap.
Seorang anak juga menayangkan video sederhana tentang keluarganya, yang mengingatkan akan momen-momen penuh cinta. Suasana menjadi hening, banyak yang menitikkan air mata dan saling berpelukan, berani jujur, mengampuni, dan dipulihkan. Tembok di hati mulai runtuh, digantikan kehangatan dan kedekatan baru.
Dalam sesi firman, Bpk. Yusuf membawakan tema **“Kasih adalah Pengorbanan”** dengan ayat:
*“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”* (Kolose 3:14, TB)
Melalui momen sederhana ini terlihat jelas: kasih Tuhan bekerja lembut di tengah keluarga—memulihkan yang retak, menghangatkan yang dingin, dan menyatukan yang renggang. Valentine bukan lagi sekadar hari kasih sayang bagi pasangan, tetapi pengingat bahwa keluarga ada karena kasih Tuhan, dan kita dipanggil saling mengasihi seperti Dia telah lebih dulu mengasihi kita.