Jangan Khawatir, Percaya Saja

19 April 2020, by HPK

Terdapat beragam jenis perasaan yang dapat dihayati oleh manusia. Di antaranya adalah merasa cemas dan khawatir. Banyak orang akan setuju bahwa keduanya merupakan jenis perasaan yang tidak mengenakan. Gelisah, was-was, sulit untuk beristirahat dan pikiran yang semerawut atau terpaku pada sumber kecemasannya merupakan beberapa gejalanya yang umum.

Pada dasarnya perasaan tersebut muncul ketika seseorang sedang merasa kehilangan kendali atas hidupnya atau merasa bahwa masa depannya dilanda ketidakpastian. Berbeda dengan rasa takut yang objek ketakutannya nyata dan jelas, kecemasan dan kekhawatiran dapat muncul hanya dari pemikiran belaka.

Padahal kita mengetahui bahwa Tuhan mengasihi kita dan tidak akan membiarkan kita tersesat dan terombang-ambing dalam pusaran kehidupan. Seperti tertulis pada Matius 6:25-26, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Melalui ayat tersebut kita diajarkan supaya tidak khawatir terhadap apapun juga, kekhawatiran kita tidak akan menambah sehasta saja pada jalan hidup kita. Khawatir atau tidak, hidup kita akan sama saja. Malah, dengan kita khawatir itu sama saja kita tidak percaya kepada Allah.

Padahal, burung-burung yang tidak memanen padi, tidak bekerja, dan tidak bersusahpayah pun dipelihara oleh-Nya, apalagi kita yang sangat dikasihi-Nya.

Oleh karena itu, setiap kali kita merasa cemas ataupun khawatir— serahkanlah seluruh hidupmu di tangan-Nya dan seketika itu pula lah ketidakpastian akan sirna dan Ia akan menunjukkan jalan bagimu.