It's Not A Bad Life, Just A Bad Day

20 Mei 2020, by HPK

“Remember... it's not a bad life, just a bad day.”

Pernahkah teman-teman menganggap bahwa hidup ini begitu malang rasanya? Mulai dari insiden pagi hari, kena macet, diomeli, ketinggalan ini, lupa itu, dan serentetan peristiwa lainnya yang membuat pikiran kalut dan hati terlanjur jengkel. Tambah lagi seakan orang-orang di sekitar tidak bersedia mendengarkan atau bahkan sekedar memberikan perhatian—sehingga rasanya menghela nafas panjang berapa kali pun tidak ada gunanya. Mood terasa buruk dan akhirnya seharian bawaannya jadi sensitif.

Seringkali saat-saat ini membuat kita menganggap bahwa hidup kita terasa berat, sehingga muncul pertanyaan dalam renungan kita di malam hari—apa yang salah?

Tentu kita menyadari bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan pada kita melebihi yang kita mampu atasi (1 Korintus 10:13). Setiap hari kita diberikan kesempatan untuk menjalani hari dengan sebaik mungkin. Terlebih lagi, bukankah Tuhan telah memastikan bahwa setiap hari akan berulang? Bsa jadi hari yang buruk disebabkan oleh kita tidak mempersiapkan diri kita untuk menyambut hari baru yang diberikan oleh-Nya.

Oleh karena itu, malam ini, persiapkanlah hari esok dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya pekerjaan, tetapi juga hati dan pikiran kita. Syukuri bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini dan hari yang akan datang. Jika kita dapat bersyukur untuk hari yang baru, menyerahkan semuanya dalam lindungan kasih dan penyertaan-Nya, niscaya hari kita akan menjadi indah.

Sebab pada dasarnya, hari yang indah dimulai dari mindset yang indah *