Hati Yang Gembira Adalah Obat

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17 : 22)
Kesehatan bukan sekedar dari diet, nutrisi, olahraga, dan tidur. Jiwa yang bahagia dan ceria akan meningkatkan kesehatan, tetapi jiwa yang terluka dan negatif dapat merusaknya. Pada saat kita sedih, bingung, sakit baik secara fisik maupun emosional, ingatlah bahwa Tuhan selalu berada di samping kita menawarkan penghiburan, cinta, dan kedamaian-Nya. Berdoa kepada Tuhan dan memiliki hati yang gembira merupakan kunci utama dalam menghadapi sakit emosional dan fisik.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara agar kita bersukacita dan memiliki hati yang gembira?
Ketahuilah pada saat Yesus dilahirkan, para malaikat telah memberikan kita jawaban atas pertanyaan ini yang tertulis dalam Lukas 2 : 10-11 “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”. Sukacita dan hati yang gembira dapat kita peroleh dengan senantiasa melalui Yesus Kristus.
Selain sukacita dan hati yang gembira, Alkitab juga mengajarkan kepada kita untuk memiliki hati yang tenang dan jiwa yang sehat seperti yang tertulis dalam Amsal 14 : 30 “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Kita juga harus menghindari hal-hal yang dapat menghancurkan kegembiraan itu sendiri, salah satunya adalah dosa. Dosa menghancurkan hati yang gembira. Oleh karena itu, kita harus menjalani kehidupan yang suci, tanpa tercela di dalam Tuhan agar kita senantiasa memperoleh ketenangan dan kegembiraan di bawah naungan-Nya.
Faktor-faktor lain seperti ketidakpuasan, iri hati, kepahitan, nafsu, kebencian, kemarahan, pikiran yang jahat, dan tidak mau mengampuni akan mendatangkan kehancuran bagi diri kita sendiri.
Tetapi jika kita bersukacita, penuh kasih, bersyukur, damai, pemaaf, dan penuh pujian kepada Tuhan, kita akan menemukan berkat Tuhan dan kesehatan jasmani.
Tuhan Yesus datang untuk menghibur yang patah hati (Yesaya 61 : 1-3). Dia adalah seorang Juruselamat dan sahabat sejati, barang siapa yang mengenal Dia, kita akan bahagia selamanya. Anugrah Tuhan adalah anugrah yang tak ternilai. Bersukacitalah!
Tidak ada yang lebih menggembirakan, menyegarkan, dan menyehatkan selain mengakui segala dosa melalui doa pribadi dengan Tuhan, dan mempersembahkan pujian dan nyanyian kepada-Nya.
Marilah kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan Tuhan Yesus Kristus agar kita bersukacita, memiliki hati yang gembira, dan mampu menjalani hidup dengan damai sejahtera melalui Firman-Nya yang hidup.