Harapan, Optimis, Angan-angan, dan Tindakan

Kata harapan, optimis dan angan-angan adalah kata yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun ketiga kata ini memiliki perbedaan arti yang cukup signifikan.
Dengan mengetahui perbedaannya, kita dapat mengetahui apakah selama ini kita sedang menumbuhkan harapan, rasa optimis atau angan-angan.
Menurut Shane J Lopez di dalam bukunya “Making Hope Happen”, harapan adalah sebuah keyakinan akan masa depan yang lebih baik dan di saat yang bersamaan muncul keberdayaan untuk mewujudkan hal tersebut. Jika dilihat dari pengertian harapan di atas, ada dua unsur yang sangat penting yaitu bagaimana kita melihat masa depan dan bagaimana kita merasa berdaya.
Optimis yaitu memiliki keyakinan yang tinggi terhadap hal-hal yang akan terjadi di masa depan, namun kita tidak memiliki daya kuasa untuk mewujudkan hal tersebut.
Angan-angan adalah sebuah keinginan akan sesuatu yang terjadi di masa depan, yang keinginan tersebut tidak didasari oleh keyakinan yang kuat bahwa hal tersebut akan terjadi, di saat yang bersamaan juga tidak ada kuasa atau kendali di dalam mewujudkan hal.
Ketiga hal diatas, baik harapan, optimis dan angan-angan memiliki satu kesamaan, yaitu adanya keinginan.
Perbedaannya terletak pada keyakinan bahwa keyakinan itu bisa diwujudkan atau tidak, dan keyakinan bahwa saya bisa mewujudkannya atau tidak.
Perbedaan kedua, harapan akan memberikan energi bagi seseorang untuk bertindak lebih baik dibandingkan dengan optimis dan angan-angan. Di dalam harapan muncul sebuah rencana, muncul gambaran akan hal hal yang sebaiknya dilalui, bahkan muncul hambatan hambatan yang perlu diselesaikan. Gambaran tersebut begitu jelas sehingga seseorang tahu persis langkah-langkah yang akan dilakukannya untuk segera mewujudkan harapan tersebut.
Maka jika saat ini kita memiliki sebuah keinginan yang mungkin saja belum terwujud, sebelum kita bertanya-tanya mengapa hal tersebut belum tercapai, coba cek terlebih dahulu apakah keinginan tersebut termasuk harapan, optimis atau sekedar angan-angan belaka.
Semoga kita selalu ada harapan dalam diri karena itulah satu-satunya alasan mengapa kita masih berjuang dalam kehidupan ini.
Lalu, bagaimana kita harus memulainya? Kadang kita masih bingung untuk membedakannya.
Nah, itulah pentingnya hidup mengandalkan Tuhan. Apalagi kita sebagai orang percaya. Mintalah hikmat pada Tuhan dan percaya penuh bahwa Dia akan menuntun kita sesuai rencana-Nya dalam hidup kita masing-masing. Yang penting, mulailah melangkah.
Tak jarang kita berangan-angan ingin meraih mimpi, tapi hanya duduk terdiam menunggu rembulan jatuh di pangkuan. Sayangnya sekedar menunggu bintang berjatuhan tidak akan cukup membuat kita sampai ke tujuan.
Itulah pesan yang ingin kembali kami ingatkan pada seluruh sahabat HPK Foundation. Jangankan mempertahankan kebiasaan baik atau menjalankan resolusi tahun ini, rencana yang telah dibuat kemarin-kemarin saja belum tentu sudah dilaksanakan.
Kita telah meyakini bahwa Tuhan memiliki rencana indah yang disiapkan bagi kita semua. Rencana tersebut mencakup mengenai bagaimana kita menjalani keseharian kita pilihan yang kita temui dan keputusan apa yang akhirnya diambil.
"Namun mengapa begitu sulit untuk dapat menjalani sesuatu yang sudah disiapkan oleh-Nya?"
Ingat bahwa Tuhan menuntun kita selangkah demi selangkah, menuju kehidupan kekal yang dijanjikan-Nya.
Seperti tertulis pada Mazmur 37:23 bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Sebab itu bukan-lah suatu kebetulan ketika Ia menggunakan kata "langkah" dalam mengungkapkan rencana-Nya atas hidup kita.
Mengapa demikian?
Hal itu dikarenakan Tuhan mengetahui seluruh rencana perjalanan hidup kita, sementara kita hanya melihat sebagian saja, terbatas pada langkah kehidupan yang kita alami. Langkah-langkah itu dapat terasa sebagai langkah besar, maupun kecil.
Namun yakinlah bahwa yang perlu kita lakukan adalah berserah kepada-Nya, mulai melangkah, ambil tindakan, buat perubahan, niscaya kita akan sampai ke tujuan seperti yang telah Tuhan rencanakan.