Guru Sejati Mengabdi Tanpa Henti
Tujuan utama dari pendidikan adalah mengubah KEGELAPAN menjadi CAHAYA HARAPAN. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan banyak guru-guru yang mau berkorban seperti lilin yang rela "membakar dirinya" demi bisa bercahaya menerangi jalan menuju masa depan para siswa-siswinya.
Kita semua tahu, menjadi seorang guru adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah, menyita banyak waktu, namun gaji yang diperoleh biasanya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan pengorbanan mereka. Tak jarang, para orang pintar tidak mau menjadi guru dan lebih memilih profesi lain yang gajinya lebih banyak. Sungguh sulit mencari seorang guru, terutama seorang guru Kristen yang berdedikasi tinggi, yang rela mengabdi dengan tulus tanpa memikirkan gaji. Secara duniawi, mustahil ada yang mau begitu.
Tapi Tuhan Maha Baik. Dia mengutus orang-orang yang bersedia dengan tulus mengabdi, berkorban untuk mengajar di sekolah Kristen tanpa mendapat penghasilan yang layak (di bawah UMR) karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh sekolah yang berbasis pelayanan itu. Ibu Lisbeth merupakan salah satunya. Beliau mengatakan bahwa walaupun beliau sudah memiliki pengalaman mengajar selama 35 tahun, tapi beliau bersedia mengajar dengan dibayar uang lelah saja. Sampai saat ini beliau sudah mengajar di SMP Bala Keselamatan selama delapan tahun.
Berbekal pengalaman mengajarnya yang sudah puluhan tahun, beliau menjelaskan bahwa menjadi seorang guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan ilmu saja, namun juga harus tahu kapan harus bisa bersikap lemah lembut dan kapan harus bersikap tegas supaya anak-anak mengerti tentang disiplin sekaligus tetap merasa dikasihi. Harapannya, anak-anak bisa menjadi pribadi-pribadi yang tak hanya pandai, tapi juga disiplin namun penuh kasih terhadap sesama.
Mari kita dukung para guru seperti Ibu Elisabeth ini, supaya beliau dan rekan-rekannya dapat terus menjadi alat perpanjangan tangan Tuhan, membagi berkat bagi para siswa-siswinya. Semoga nama Tuhan terus dipermuliakan dan para siswa-siswinya menjadi orang sukses yang takut akan Tuhan di masa depan. Amin.