Berpuasa Melawan Kedagingan

7 November 2021, by HPK

Pada renungan minggu lalu tentang dosa, kita membahas bahwa dosa itu kalau kita masih hidup menurut daging. Karena perbuatan daging adalah pencabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, gila hormat semua ini membawa kepada kebinasaan. Tetapi bila kita hidup oleh roh, kita hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelemahlembutan, penguasaan diri. 

Bagaimana kita sebagai orang percaya dapat mengendalikan daging dan hidup di dalam roh? Puasa salah satu cara kita hidup dalam roh. 

Apa arti puasa? Arti puasa dalam Alkitab adalah tidak makan dan minum supaya fokus pada pertumbuhan rohani. Dengan berpuasa kita dapat belajar mengedalikan daging hidup dalam roh dan iman kita semakin bertumbuh.Selain itu puasa juga baik untuk kesehatan jasmani dimana tubuh kita melakukan detoksifikasi racun yang ada dalam tubuh sehingga racun – racun yang berada dalam tubuh akan keluar dan metabolisme tubuh kita menjadi lebih lancar dan sehat. 

Dalam Alkitab ada beberapa contoh puasa : Tuhan Yesus, Musa berpuasa 40 hari 40 mlm tanpa makan dan minum,  Ester puasa 3 hari. Kita dapat belajar berpuasa menurut pilihan masing-masing misalnya hanya minum air saja dapat juga hanya makan sayur dan buah-buahan saja, atau sama sekali tidak makan dan minum yang terpenting  dalam berpuasa kita fokus pada pertumbuhan rohani. 

Karena tertulis dalam FIirman Tuhan  Yohanes 6:32-35 (TB)  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."

Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 

Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 

Ayat ini menjelaskan bahwa kita orang percaya lebih memerlukan makanan rohani daripada makanan jasmani agar kita semakin bertumbuh rohani kita.

Hidup ini adalah kesempatan, berikanlah pelayanan terbaik untuk Tuhan Yesus selagi ada waktu. Mari kita belajar berpuasa agar kita hidup dipimpin oleh roh dan kebenaran FirmanNya yang membawa hidup yang kekal. 

Biarlah damai sejahtera selalu menyertai kita semua .Amin