Berkatalah Dengan Baik
Kita mungkin mengenal pribadi yang disenangi banyak orang. Pribadi dengan tutur kata yang lembut dan penuh perhatian terhadap sesama. Jika kita mendengarkan ia bicara, tidak terdengar ia memberikan komentar yang menyerang atau merendahkan orang lain. Ia tidak menjadikan orang-orang lain dan keburukan mereka sebagai bahan gurauan. Kita dapat merasa terhibur secara sehat dan bersemangat hanya dengan bercakap-cakap dengannya.
Sayangnya, tidak banyak orang dengan pribadi dan sikap yang demikian tertata. Orang yang memilih untuk mengendalikan lidahnya dengan bicara hal-hal yang positif mengenai kehidupan. Apakah kita mengenali seseorang dengan kepribadian yang digambarkan di atas? Ataukah mungkin salah satu di antara kita, teman-teman HPK Foundation, yang memiliki ciri ini?
Lidah kita diciptakan bukan hanya untuk mengecap, tetapi juga untuk mengucap. Sayangnya, seringkali kita kurang bijaksana dalam berucap. Yakobus memberikan nasihat mengenai perkataan— bagaikan kemudi kecil pada kapal yang besar, demikianlah kekuatan lidah dalam hidup kita. Jika diibaratkan api, ucapan kita berpotensi menghangatkan dan menerangi, tetapi juga dapat membakar dan melahap habis kawasan perhutanan. Bagaimana mungkin kita menggunakan lidah yang sama dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan, di satu sisi, kita juga menggunakannya untuk menghina dan merendahkan orang lain yang merupakan ciptaan-Nya? “
Dengan lidah kita memuji Tuhan dan Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut gambaran dan rupa Allah” (Yakobus, 3:1-12).
Maka dari itu, hendaknya kita dapat menggunakan kata-kata yang positif, membantu sesama kita untuk dapat bertumbuh bersama ke arah yang lebih baik lagi setiap saatnya. Dengan demikian, perkataan yang keluar dari mulut kita akan menjadi cerminan kasih Kristus, yang tidak hanya memuliakan nama-Nya, tetapi juga turut menghargai ciptaan-Nya.