Adat Istiadat & Firman Tuhan

11 Juni 2023, by HPK

"Anak gadis jangan duduk di depan pintu, nanti sulit dapat jodoh"

"Menyapu lantai tidak bersih akan mendapat suami yang brewok"

Mitos seperti ini mungkin sering kita dengar dan bisa kuat sekali pengaruhnya dalam keseharian kita meskipun kita telah percaya kepada Yesus. Mengapa? Karena hal inilah yang kita dengar sejak kecil dan berulang - ulang terus akhirnya menjadi sebuah keyakinan yang kuat.

Lukas 11:38 (TB) : Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. 

Ayat ini adalah salah satu gambaran di masa Yesus, dimana orang - orang Yahudi pada saat itu, terutama Farisi begitu sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Dan mereka mempertanyakan yang Yesus lakukan.

Lukas 11:39-41 (TB) : Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.

Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Yesus mengajarkan hal yang berbeda, ya kita bisa mengikuti adat dan kebiasaan yang baik, supaya tidak menjadi batu sandungan juga dan dilihat sebagai fanatisme, tetapi tidak lebih utama dibanding dengan membangun apa yang ada di dalam diri kita, yaitu hati yang mau dibentuk oleh Firman Tuhan, pikiran yang bijaksana, iman yang terus bertumbuh kepada Tuhan.

Pada akhirnya, adat istiadat dan kebiasaan yang ada hanyalah pemberi warna dimana kita berada. Dan haruslah kita juga menghormati adat istiadat dan kebiasaan itu. Tetapi tetap Firman Tuhan yang lebih utama. Jika adat istiadat dan kebiasaan  sudah bersebrangan dengan apa yang Firman Tuhan katakan, saatnya melatih kebijaksanaan kita untuk bisa memilih apa yang benar untuk kita lakukan.

1 Timotius 4:7-8 (TB) : Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Mari kita melatih diri untuk beribadah, mempersembahkan hidup kita untuk Tuhan dan memuliakan namanya. Seperti mitos di awal tadi, jika Firman Tuhan dan latihan ibadah ini kita lakukan terus menerus, maka akan kuat melekat di dalam pikiran dan hati kita. Tuhan memberkati.