Ada Kuasa Di Lidah Orang Percaya

Hidup dan Mati dikuasai Lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Amsal 18 : 21
Dengan jelas firman Tuhan ini berbicara kepada kita, bahwa segala sesuatu yang menentukan dalam hidup kita itu ditentukan oleh perkataan2 yang kita keluarkan dari mulut kita sendiri. Hal ini semua akan terjadi karena Tuhan mengatakan demikian.
Barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Yakobus 3 :2b
Firman Tuhan yang termuat dalam surat :
Yakobus 3 : 2b ini juga menyatakan kepada kita bahwa lidah memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan hidup kita. Tubuh kita yang sebesar ini di bawah pengaruh lidah.
Sebagai suatu ilustrasi kita dalam hal ini, kita lihat kapal air yang amat besar sekalipun arah dan tujuannya itu ditentukan hanya oleh kemudinya yang amat kecil itu. (Yakobis 3:4).
Pada suatu hari penulis mendengar seorang ibu yang menderita penyakit kanker rahim yang sudah amat gawat sehingga seorang dokter ahli dalam bidang penyakit ini mengatakan paling lama ibu ini hanya akan dapat hidup satu bulan lagi saja. Sedemikian positif hasil segala pemeriksaan yang telah dilakukan oleh para ahli, sampai-sampai dokter yang menanganinya marah ketika suami ibu itu mengatakan:"Tolong dokter, periksa sekali lagi barangkali hasil pemeriksaan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya." Dokter itu sampai mengatakan demikian,"Apabila saudara tidak percaya sediakan saja uang $ 50.000 US kita bawa si penderita ke Amerika, ke professor saya."
Dari cara berbicara sang dokter ini pun dapat kita lihat kebenaran penyakit si ibu ini. Orang-orang di tempat kami yang biasa bersekutu pun sudah menyerahkan ibu ini di dalam kehendak Tuhan. yang sebenarnya memiliki arah yang sama dengan pendapat sang dokter tadi.
Tetapi penulis memiliki pandangan lain karena firman Tuhan tidak mengatakan hidup dan mati kita tergantung pada dokter, tetapi tergantung pada lidah. Maka si penulis menyatakan sesuatu terhadap si ibu tadi dengan pertanyaan yang menentukan ialah :"APAKAH IBU MASIH MAU HIDUP?" Ibu itu menjawab :"YA", maka barulah penulis mengungkapkan sesuatu yang ada hubungannya mengenai kebenaran-kebenaran yang bersangkutan dengan hal itu, dengan tanpa pernah mendoakan si ibu itu.
Karena kuasa dari pada lidah orang percaya yang didasari Iman akan menjadi mujizat yang nyata.